Pimpinan Bersama Crew Redaksi, Biro Perwakilan Daerah, dan Staf Kantor Beritakota Nusantara Mengucapkan Selamat Hari Natal Dan Tahun Baru 2012

...

Biro Perwakilan Sulawesi Selatan Kantor Berita Nusantara Menerima Pemasangan Iklan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pada Pemilu Kada Dengan Harga Murah Hubungi Kantor Biro. Jl. Andi Mappanyukki No.24 B Makassar

Ingin memasang iklan ucapan dan advetorial pada Kantor Berita Kota Nusantara (KABAR News) di Kota anda untuk wilayah Se Nusantara Indonesia silahkan hubungi Biro Perwakilan Indonesia Barat ; Wawan, Jakarta,Biro Perwakilan Indonesia Timur Makassar: A.A.Effendy; Biro Makassar : Rizaldi H.Jamal, Jl.Andi Mappanyukki No.24B,Biro Perwakilan Maros,Pangkep,Barru: H.Sakkar Rauf, Biro Perwakilan Takalar : Burhan, Biro Perwakilan Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba : M.Rizal Noer, Biro Perwakilan Kaltim di Balikpapan: MUH. DARWIS.K Jl.Letjend Suprato No.1 Balikpapan pada Biro Perwakilan Sulut di Manado : Budianto,Biro Perwakilan Gorontalo : Rahmad Nur, Jl. Pangeran Hidayat No.1 Gorontalo. Biro Perwakilan Papua Barat. Sorong : FRANKY PANGKEY .Sulawesi Tenggara : YUSNANDAR, Kendari, Sulawesi Barat : YUSAK.NL. Jl. Sultan Hasanuddin No.7 Mamuju. Papua : Hendro Nur K.(Jayapura).


DD 1 ada dua di Gubernuran,......? Mobil Dinas Gubernur Sulsel yang memakai DD 1 ada dua Merek/Type yang berbeda terparkir di Panggung Upacara Gubernuran Sulsel(Foto: Iwan/ AA.Effendy)

Harga Nikel Masih Bebani INCO

PT.Inco di Soroawako.

Jakarta, Liputankota – Jatuhnya harga nikel tak urung membuat kinerja produsen komoditas itu ikut melorot berlanjut pada anjloknya nilai saham di lantai bursa. PT International Nickel (INCO) pun berusaha tetap optimistis dan tetap meneruskan ekspansi.

Pada perdagangan Kamis (16/10) sesi siang, saham berkode bursa INCO terpantau berada di level Rp 2.050, atau turun Rp 200 dari penutupan perdagangan kemarin di level Rp 2.250 setelah sempat terkena auto rejection karena turun 10%.

Kepala Riset Recapital Securities, Poltak Hortadero mengatakan, saham INCO mengalami stagnasi dengan pergerakan yang cenderung melemah. “Penurunan harga INCO yang cukup tajam hingga kini sulit dibendung,” paparnya.

Saham produsen nikel itu hingga kini terus merosot seiring melorotnya harga nikel di pasar internasional. Pada awal Oktober, INCO ditransaksikan di level Rp 2.625, sedangkan pada awal September masih bertengger di level Rp 3.675. Ini berarti dalam satu setengah bulan, saham perseroan telah anjlok sebanyak 79,3%.

Norico Goman, Head of Research BNI Securities mengatakan, penurunan saham INCO salah satunya terimbas perlambatan ekonomi global yang berpengaruh pada kinerja keuangan perusahaan-perusahaan tambang.

Menurutnya, perlambatan ekonomi menyebabkan turunnya demand atas produk produk berbahan baku hasil tambang berlanjut pada merosotnya permintaan berbagai komoditi pertambangan, seperti nikel, tembaga dan lainnya.

Selain itu, fluktuasi harga minyak juga ikut berpengaruh, terkait 40% total biaya produksi merupakan biaya energi. “Kondisi market seperti ini tentu sangat berpengaruh pada pertumbuhan laba bersih dan margin keuntungan emiten tersebut,” tandas Norico.

Presiden Direktur INCO Arif Siregar juga mengungkaopkan hal senada. Menurutnya, harga nikel anjlok lebih dari setengah tahun terakhir seiring meluasnya krisis kredit yang mengancam resesi global, berlanjut pada rendahnya permintaan untuk logam-logam industri.

Namun, kendati resesi global berpotensi menurunkan permintaan, Arif mengatakan pihaknya belum melihat indikasi tersebut. INCO pun tetap akan mengejar rencana ekspansi, termasuk konstruksi pabrik senilai US$ 1,8-2 miliar di Sulawesi Tenggara berkapasitas 30.000 ton.

Menurutnya, pabrik baru atau pabrik yang diperluas itu akan memberikan INCO produksi tambahan selama 4-5 tahun. “Bila harus menunggu sampai harga nikel pulih, akan ada keterlambatan selama 4-5 tahun,”ujarnya.

Harga kontrak futures nikel tiga bulan di bursa London Metal Exchange (LME) telah turun 52% tahun ini dan jatuh 76% sejak mencapai rekor harga tertinggi sebesar US$ 51.800 per ton pada Mei 2007. Saat ini, harga kontrak diperdagangkan pada US$ 12.600 per ton.

Sedangkan menurut studi yang dilakukan INCO, jumlah produksi nikel tahun depan akan melampaui permintaan sebanyak 110.000 ton, lebih besar dari surplus tahun ini yang diprediksi mencapai 30.000 ton.

Lebih lanjut Arif menuturkan bahwa anjloknya harga nikel akan mengguncang industri tambang nikel dan menseleksi pemain di pasar saham. Alhasil banyak pelaku pasar yang akan keluar dari bisnis ini. “Dengan hilangnya spekulan, maka hanya pemain-pemain benar yang bisa bertahan di industri ini,” katanya.seperti dikutif inilah.com

Trimegah Securities pun memprediksi hal yang sama. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, memang banyak pemain baru yang kurang berkompeten mencoba untuk masuk ke dalam industri nikel. Sehingga, dengan jatuhnya harga komoditas, diyakini akan menggerus pemain di bisnis logam ini.

Deputy Head of Research Trimegah Securities Arhya Satyagraha berharap agar pemerintah dapat mengendalikan pasokan bijih nikel dari Indonesia, mengingat saat ini suplai sangat berlimpah.

Menurut data di bursa LME, indikasi persediaan bijih nikel telah menembus 56.000 ton dibandingkan 47.946 ton pada akhir 2007 dan 6.648 ton akhir 2006. “Caranya adalah dengan memberhentikan penjualan nikel dalam bentuk bijih tanpa olahan,” ujarnya.

Menurut data Bloomberg, harga spot nikel rata-rata di bursa LME dari awal 2008 hingga saat ini sudah mencapai US$ 23,860 per ton dan selama setahun mencapai US$ 24.979 per ton.

Dengan menggunakan kedua asumsi harga tersebut, Arhya memprediksi laba bersih INCO di 2008 akan mencapai US$ 518,9-556,9 juta, lebih rendah dari proyeksi Trimegah sebesar US$ 681,5 juta.

Sedangkan laba bersih INCO pada semester pertama 208 hanya mencapai US$ 296 juta. “Kami akan meninjau ulang seluruh proyeksi kami untuk emiten-emiten pertambangan nikel,” tukasnya.(Wawan)

Comments :

0 komentar to “Harga Nikel Masih Bebani INCO”
 

Harian Media Indonesia

Harian Kompas

Harian Tribun Timur

Kantor Berita Kota Nusantara Online

Kabar Terkini Tv One

Portal Berita Viva News

Posting Berita




Widget edited by Seby-Antoe.com

Situs Presiden Republik Indonesia

Tempointeraktif.com

detikcom