Pimpinan Bersama Crew Redaksi, Biro Perwakilan Daerah, dan Staf Kantor Beritakota Nusantara Mengucapkan Selamat Hari Natal Dan Tahun Baru 2012

...

Biro Perwakilan Sulawesi Selatan Kantor Berita Nusantara Menerima Pemasangan Iklan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pada Pemilu Kada Dengan Harga Murah Hubungi Kantor Biro. Jl. Andi Mappanyukki No.24 B Makassar

Ingin memasang iklan ucapan dan advetorial pada Kantor Berita Kota Nusantara (KABAR News) di Kota anda untuk wilayah Se Nusantara Indonesia silahkan hubungi Biro Perwakilan Indonesia Barat ; Wawan, Jakarta,Biro Perwakilan Indonesia Timur Makassar: A.A.Effendy; Biro Makassar : Rizaldi H.Jamal, Jl.Andi Mappanyukki No.24B,Biro Perwakilan Maros,Pangkep,Barru: H.Sakkar Rauf, Biro Perwakilan Takalar : Burhan, Biro Perwakilan Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba : M.Rizal Noer, Biro Perwakilan Kaltim di Balikpapan: MUH. DARWIS.K Jl.Letjend Suprato No.1 Balikpapan pada Biro Perwakilan Sulut di Manado : Budianto,Biro Perwakilan Gorontalo : Rahmad Nur, Jl. Pangeran Hidayat No.1 Gorontalo. Biro Perwakilan Papua Barat. Sorong : FRANKY PANGKEY .Sulawesi Tenggara : YUSNANDAR, Kendari, Sulawesi Barat : YUSAK.NL. Jl. Sultan Hasanuddin No.7 Mamuju. Papua : Hendro Nur K.(Jayapura).


DD 1 ada dua di Gubernuran,......? Mobil Dinas Gubernur Sulsel yang memakai DD 1 ada dua Merek/Type yang berbeda terparkir di Panggung Upacara Gubernuran Sulsel(Foto: Iwan/ AA.Effendy)

Polda Sulselbar Bekuk Bandar Besar Narkoba di Sulsel

Makassar, Kabar News-Bandar besar narkoba yang memasok ekstasi ke sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, bernama Ahmad alias Kapalae, dibekuk aparat kepolisian Polres Sidrap.Ia dibekuk sejak Minggu, 7 Desember lalu, namun baru dipublis Rabu, 10 Desember, saat Kapalae dijemput dan dibawa ke Mapolda Sulselbar.
Saat ditangkap di rumahnya di Datae, perbatasan Sidrap-Parepare, polisi menemukan barang bukti (BB) 49 butir pil ekstasi warna kuning dan orange. Satuan intel Mapolres Sidrap yang menangkap Kapalae juga menemukan satu paket sabusabu seberat 1 gram dan uang tunai Rp 25.850.000 yang diduga dari hasil penjualan ekstasi.

Kronologis penangkapan Kapalae berawal dari penangkapan wanita bernama Weli. Ia ditangkap polisi di sekitar SPBU Wala, Tanrutedong, Sidrap, setelah sebelumnya melakukan transaksi dengan petugas yang menyamar sebagai pembeli. Dari tangan Weli, polisi menemukan 21 pil ekstasi berwarna kuning.

Dari keterangan Weli, polisi kemudian menangkap Ashari. Tersangka kedua ini kemudian menyebut bandar yang selama ini memberikan barang padanya, yakni Muslimin. Malam itu juga, Muslimin ditangkap di kota Sidrap berikut delapan butir pil ekstasi berwarna biru. Dari mulut Muslimin-lah polisi berhasil mendapatkan identitas Ahmad alias Kapalae. Ia pun akhirnya ditangkap di rumahnya di Datae.

Selama ini, Kapalae sangat dikenal oleh bandar narkoba dan aparat kepolisian. Anak buahnya pun menyebar di sejumlah wilayah di Sulsel, termasuk Makassar. Kapalae dikenal sebagai bandar besar yang memasok pil ekstasi di seluruh wilayah Ajatappareng, meliputi, Sidrap, Enrekang, Parepare, Pinrang, serta Barru.

Selain itu, ia juga memasok barang ke bandar-bandar kecil di wilayah Bone, Soppeng, serta Wajo (Bosowa). Tak heran jika ia masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) di sejumlah kabupaten kota, termasuk Makassar.

“Kapalae kami tangkap malam lebaran lalu bersama tiga anak buahnya, Weli, Ashari, serta Muslimin. Kapalae dibawa ke Mapolda, sementara tiga tersangka lainnya tetap diperiksa di Sidrap. Keempatnya warga Sidrap,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Sidrap, AKP Bambang Sugiarto, melalui sambungan telepon di ruang Humas Mapolda Sulselbar, sore kemarin.

Menurut Bambang, dari pengakuan tersangka, mereka mendapatkan barang haram itu dari Kota Palopo. “Kapalae ini bandar besar di Sidrap. Ia belum pernah tertangkap namun sudah menjadi DPO sejak dua tahun lalu,” kata Bambang.

Kapalae sendiri dibawa ke Mapolda dijemput lima polisi, masing-masing; AKP Syafir, AKP Ali, AKP Agus Prawoto, Briptu Ahmad Al-Qadri, dan Briptu Rahmad Hidayat. Ia tiba di Mapolda sekira pukul 14.15 Wita. Bersama Kapalae, polisi juga membawa serta barang bukti 49 pil ekstasi, SS 1 gram, dua alat pengisap, serta uang tunai Rp 25.850.000. Mobil Honda CRV warna hijau tua milik tersangka juga terparkir di halaman Mapolda.

Saat tiba di Mapolda, Kapalae yang terborgol digiring ke lantai III gedung Reskrim dan langsung diperiksa di ruang Idik II unit narkoba. Saat diperiksa, pihak kepolisian melakukan penjagaan ekstra ketat. Tiga anggota provost ditugaskan khusus untuk berjaga di depan pintu masuk ruang pemeriksaan. Kepada wartawan, ketiga anggota provost itu mengaku tak membolehkan siapapun masuk ke ruang pemeriksaan.

“Polisi saja dilarang masuk selain penyidiknya,” kata salah seorang di antara ketiga anggota provost tersebut. Informasi yang dihimpun, penjagaan ketat ini dilakukan lantaran Kapalae dikenal akrab dengan sejumlah oknum petugas kepolisian. Makanya, tempat itu sengaja disterilkan untuk menjauhkan Kapalae dari intervensi saat diperiksa.

Berbeda dengan keterangan Kasat Reskrim Polres Sidrap, informasi yang dihimpun dari sumber media ini di bagian narkoba polda menyebutkan, sebenarnya sekira empat bulan lalu, Kapalae sempat ditangkap. Penangkapan dilakukan langsung satuan narkoba Polda Sulselbar. Namun entah kenapa, Kapalae dilepaskan dan hanya sempat ditahan sehari.

Informasi yang beredar di kalangan polisi menyebutkan, ia dilepaskan setelah “menyogok” Rp 150 juta. Petugas yang terindikasi menerima sogokan ini bahkan sudah dipanggil menghadap oleh Wakapolda Brigjen Wisjnu Amatsastro beberapa saat usai melihat pemeriksaan di gedung Reskrim.

Mengenai informasi ini, Direktur Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Bedjo Sulaksono yang sedang berada di Jakarta tak memberi tanggapan. Dan Sampai saat ini Bedjo juga mengaku belum tahu kasus ini, khususnya penangkapan bandar ekstasi tersebut.

“Saya lagi rakor. Langsung aja ke sana (bagian narkoba, red). Nanti malah salah kalau dari saya,” katanya. Sebagai bandar besar, Kapalae juga cukup dikenal di Makassar. Bahkan, menurut Kasat Narkoba Polwiltabes Makassar, AKBP Totok Winarto, Kapalae merupakan DPO Polwiltabes.

“Ia bandar besar. Ia juga pemasok barang ke Makassar. Kaki tangannya sudah beberapa orang yang ditangkap namun tutup mulut. Ia pasok barang dari Jakarta melalui Pelabuhan Bandar Madani Parepare,” kata Totok, malam tadi,seperti dikutif fajar online.

Informasi lain yang dihimpun media ini di Mapolda, Ahmad alias Kapalae mulai menggeluti bisnis ini sejak 2000 lalu. Awalnya, ia tinggal di Kecamatan Baranti, wilayah perbatasan Pinrang dan Sidrap. Dari bisnis inilah Kapalae berhasil meraup untung besar. Ia pun akhirnya membeli rumah di Datae, tak jauh dari perbatasan Parepare-Sidrap.

Dalam aksinya, Kapalae dikenal sebagai bandar yang sangat licin. Ia juga dikenal dekat dengan aparat. Tak heran jika ia bisa cukup leluasa memperjualbelikan ekstasi, termasuk ke luar daerah.(Agussalim/Andi Ahmad)

Comments :

0 komentar to “Polda Sulselbar Bekuk Bandar Besar Narkoba di Sulsel”
 

Harian Media Indonesia

Harian Kompas

Harian Tribun Timur

Kantor Berita Kota Nusantara Online

Kabar Terkini Tv One

Portal Berita Viva News

Posting Berita




Widget edited by Seby-Antoe.com

Situs Presiden Republik Indonesia

Tempointeraktif.com

detikcom