Pimpinan Bersama Crew Redaksi, Biro Perwakilan Daerah, dan Staf Kantor Beritakota Nusantara Mengucapkan Selamat Hari Natal Dan Tahun Baru 2012

...

Biro Perwakilan Sulawesi Selatan Kantor Berita Nusantara Menerima Pemasangan Iklan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pada Pemilu Kada Dengan Harga Murah Hubungi Kantor Biro. Jl. Andi Mappanyukki No.24 B Makassar

Ingin memasang iklan ucapan dan advetorial pada Kantor Berita Kota Nusantara (KABAR News) di Kota anda untuk wilayah Se Nusantara Indonesia silahkan hubungi Biro Perwakilan Indonesia Barat ; Wawan, Jakarta,Biro Perwakilan Indonesia Timur Makassar: A.A.Effendy; Biro Makassar : Rizaldi H.Jamal, Jl.Andi Mappanyukki No.24B,Biro Perwakilan Maros,Pangkep,Barru: H.Sakkar Rauf, Biro Perwakilan Takalar : Burhan, Biro Perwakilan Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba : M.Rizal Noer, Biro Perwakilan Kaltim di Balikpapan: MUH. DARWIS.K Jl.Letjend Suprato No.1 Balikpapan pada Biro Perwakilan Sulut di Manado : Budianto,Biro Perwakilan Gorontalo : Rahmad Nur, Jl. Pangeran Hidayat No.1 Gorontalo. Biro Perwakilan Papua Barat. Sorong : FRANKY PANGKEY .Sulawesi Tenggara : YUSNANDAR, Kendari, Sulawesi Barat : YUSAK.NL. Jl. Sultan Hasanuddin No.7 Mamuju. Papua : Hendro Nur K.(Jayapura).


DD 1 ada dua di Gubernuran,......? Mobil Dinas Gubernur Sulsel yang memakai DD 1 ada dua Merek/Type yang berbeda terparkir di Panggung Upacara Gubernuran Sulsel(Foto: Iwan/ AA.Effendy)

Rischal ,A. Pasombo BertemuTokoh Walmas di Makassar

Laporan: saldi rani-andi ahmad


Rischal A.Pasombo didampingi Bahrum Rallu dan Tim kerabat di Makassar Saat Konsilidasi (foto : Andi Ahmad)


Makassar, Liputankota- Setelah melaksanakan deklarasi sebagai kandidat calon Bupati Luwu pada hari Jumat yang lalu, Rischal A.Pasombo sebagai kandidat calon Bupati langsung melakukan konsolidasi baik di wilayah kabupaten luwu, hari Senin (14/7) malam ini mengadakan konsolidasi dengan Tim kerabat dengan tokoh walmas yang diadakan dijalan Urip Sumohardjo yang dihadiri sejumlah tim kerabat seperti Tokoh Walmas (Walenrang lamasi) Bahrum Rallu, Amsal Sampetondok, Adrianus Parenden, kata Rischal A. Pasombo, kepada Bisnis Kota Online di Makassar.


Agenda malam ini dalam konsolidasi pada tim kerabat dan bertemu dengan tokoh Walmas tiada lain untuk menyatukan visi dan misi dalam menghadapi pertarungan pada pilkada di Kab. Luwu yang akan diadakan pada bulan Oktober 2008. ,

Pasangan Rischal A. Pasombo - Sahardi pada pilkada Luwu akan menggunakan motto yakni PERISAI yaitu persaudaraan Rischal dan Sahardi, dan perisai ini merupakan simbol dari pertahanan, jelas Amsal Sampetondok yang ikut pada pertemuab itu.

Perlu diketahui dengan majunya Putra Luwu ini, akan menyemarakkan pada pertarungan di Pilkada Luwu nanti,Rischal A.Pasombo adalah juga putra Asli Luwu yang berasal dari Walmas, dan menghabiskan masa kecilnya di Batusitanduk, kemudian melanjutkan pendidikan di Kota Palopo, sehingga dengan itu ingin mengabdi di Kabupaten Luwu untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Luwu nantinya, jelas Rischal di Makassar. ( Saldi Rani/Andi Ahmad)
Selengkapnya...

Dana ADD Kab. Kukar Rp. 5,5 Trilun, Pembangunan Desa Tidak Jalan

Laporan: darwis katureng - balikpapan

Salah satu badan jalanan di wilayah pedesaan Kab. Kukar yang rusak berat.


Kukar, Liputankota -Adanya sejumlah hambatan pada Dana Alokasi Desa belum (ADD) direalisasikan oleh pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini padahal menurut Ketua DPRD Kukar Rahmat Santoso APBD Kukar sudah empat bulan telah disyahkan oleh DPRD Kukar sebesar 5,5 triliun dan perlu diketahui bahwa Dana Alokasi Desa (ADD) merupakan sumber penggerak pada pelaksanaan otonomi daerah, Sebagaimana yang terdapat dalam Undang-Undang No.22 tahun 1999, hal ini merupakan perwujudan kemandirian daerah dalam memperdayakan potensi lokal ditingkat pedesaan.


Menurut Ketua DPRD Kukar adapun realisasi dana ADD tersebut sudah disiapkan dan sisa menunggu dana itu dicairkan, katanya.

Berdasarkan pengamatan dan pemantauan Bisnis Kota Online di beberapa wilayah kecamatan di Kukar, telah ditemukan sekolah dan puskesmas yang sudah tidak layak dipakai. Dan hal itu sangat mustahil bila dibandingkan dengan APBD Kukar yang begitu besar.

Seperti pelabuhan terbengkalai dan belum selesai dibangun sedangkan dana pembangunan pelabuhan tersebut dananya sudah cair beberapa tahun lalu sebesar Rp.3 miliar, "ini salah satu dari beberapa proyek yang ada di Kukar terbengkalai," jelas Rahman salah satu warga Tenggarong belum lama ini.

Menurut Rahman sejumlah warga yang selama ini menilai pembangunan di Kukar belum tersentuh pemerataan pembangunan sampai ditingkat desa, padahal APBD untuk anggaran perdesa cukup besar yakni sampai Rp. 2 Miliar perdesa, dan kenapa pemerintah kukar dalam hal ini pejabat bupati belum juga merealisasikan Dana Alokasi Desa (ADD) untuk pembengunan dipedesaan,jelasnya.

" Ada apa sebenarnya sehingga Dana Alokasi Desa (ADD) belum dicairkan. jumlah anggaran alokasi dana desa kukar sebesar Rp.168 miliar akan dibagikan kepada 158 desa dan kelurahan yang ada di kabupaten Kukar dan tiap desa akan mendapatkan kucuran dana mulai rp.700 juta sampai Rp. 2 miliar, " ujar Rahman dengan nada agak kecewa.

Adapun sarana jalan kabupaten dan desa di Kukar yang kondisinya semakin memperhatinkan dan rata-rata dibiarkan saja rusak, padahal menurut salah satu sumber yang layak dipercaya di kantor DPRD kabupaten Kukar dana pemeliharaan cukup tersedia dalam APBD 2008. (Darwis Katureng)



Selengkapnya...

Asri Syamsuddin - Adam Malik Resmi Diusung PPP Sidrap

Siapakah Pemimpin Sidrap Yang Baru ? (Liputan Khusus Bagian 1)

Laporan: Andi Ahmad

H.Adam Malik Calon Wakil Bupati Sidrap (foto: Andi Ahmad)


Sidrap, Liputankota-Pertarungan untuk mendapatkan kursi PPP di Pilkada Sidrap, berakhir. Pasangan cabup-cawabup Asri Syamsuddin-Adam Malik berhasil mendapatkan dukungan dari partai itu.

Dukungan resmi PPP diputuskan hari Sabtu (12/7) malam. Itupun menjelang batas akhir pendaftaran pasangan cabup-cawabup Sidrap.

Sebelumnya, ada tiga pasangan cabup-cawabup yang berkeyakinan akan mengendarai PPP untuk maju di Pilkada. Masing-masing H Syahriwijaya-H Hindarjaya Makhmud (Syahid), HM Jusuf Paddong-Irwan Muin (Juara) dan H Asri Syamsuddin-H Adam Malik (Amal).

Setelah resmi mendapat dukungan PPP, Asri yang mantan Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel dan Adam Malik, mantan Wakil Walikota Bontang datang mendaftar ke KPU Sidrap, Sabtu malam. Selain PPP, Asri juga didukung PBB versi 2.

Dengan mendaftarnya pasangan Amal, diperkirakan akan akan ada lima atau enam pasangan cabup-cawabup yang akan bertarung di Pilkada Sidrap, 29 Oktober 2008.

Mereka yang mendaftar di KPU Sidrap pada hari pertama, Senin (7/7) adalah H Rapiddin Hamoes-H Amrin (Rahmat). Pasangan yang diusung PDK, PKS dan PKPB ini mendaftar, Senin (7/7). Disusul kemudian pada hari yang sama, H Rusdi Masse-H Dollah Mando (Ridho) yang diusung PBR, PAN dan PBB versi 1.

Pendaftar ketiga, H Syafiuddin A Achmad (A Cacang)-Hj Yuriadi Abadi (Cahaya) sebagai pasangan calon perseorangan yang lolos verifikasi datang pada hari Jumat (11/7) sekitar pukul 16.00 Wita. Sementara di hari terakhir, Sabtu (12/7), pasangan A Walahuddin-A Ihsan P Tanri (Walani) yang diusung Partai Golkar baru resmi mendaftar, meski sebelumnya telah melakukan deklarasi,seperti dikutif beritakota.

Pendaftar berikutnya H Syafruddin A Patiwiri-H Isi Alam Usmin (Satria). Hanya saja berkas pasangan ini diterima bersyarat. Mereka diberikan waktu 14 hari hingga turunnya petunjuk teknis untuk mencukupkan pendukung sebagai bakal calon perseorangan.

Pendaftar terakhir datang menjelang detik-detik terakhir batas waktu pendaftaran adalah pasangan H Asri Syamsuddin-H Adam Malik.(Andi Ahmad)

Selengkapnya...

Kapolwiltabes Makassar : Sejumlah Anggota Polsek Dimintai Keterangan

Soal Tewasnya Anggota TNI-AD di Biringkananya

Makassar, Liputankota- Aparat kepolisian dari Polwiltabes Makassar dan jajaran Polresta Makassar Timur melakukan pengamanan di Mapolsekta Biringkanaya, Minggu (13/7).
Pengamanan tersebut dilakukan pasca penyerangan mapolsekta oleh puluhan warga, Sabtu (12/7) malam.

Penyerangan ini dipicu oleh tewasnya anggota TNI AD dari Kodam VII Wirabuana, Koptu Mustadjab.

Akibat penyerangan tersebut, sejumlah kaca jendela Polsek pecah-pecah dan satu unit mobil patroli juga mengalami kerusakan akibat lemparan batu dan pukulan kayu balok.
,kekuatan penjagaan setingkat satu kompi baik pengamanan terbuka maupun pengamanan tertutup, seperti dikutif tribun.

Kapolwiltabes Makassar Komisaris Besar (Kombes) Polisi Burhanuddin Andi yang didampingi Kapolresta Makassar Timur AKBP Kamaruddin serta Kapolsekta Biringkanaya AKP Syaharuddin dalam keterangan pers di Mapolsekta Biringkanaya, Minggu (13/7), mengatakan, pihaknya telah menyiagakan sejumlah petugas yang terdiri atas anggota Polwiltabes dan Polresta Makassar Timur serta dibantu anggota TNI untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan.

"Kami masih melakukan penyidikan terkait penyerangan (mapolsek) tersebut. Kami juga masih terus melakukan penyidikan terkait kematian korban. Selain warga, sejumlah anggota polsek masih kita mintai keterangan sebagai saksi. Kita tunggu hasil autopsi dari rumah sakit," katanya.

Warga dan puluhan keluarga, Sabtu (12/7) malam melakukan penyerangan ke Mapolsekta Biringkanaya.

Warga menyerang dengan melempari mapolsekta dengan batu ke gedung mapolsek.
Situasi cukup tegang karena polisi juga melakukan tembakan peringatan ke atas.Kejadian ini membuat panik warga khususnya yang tinggal di dekat mapolsekta.
Saat penyerangan, tidak ada satupun kendaraan yang melintas di depan mapolsek.
Penjagaan mapolsek juga dibantu aparat kepolisian dari Polda Sulsel dan Mapolresta Makassar Timur.

20 menit warga melakukan penyerangan, polisi akhirnya dapat membubarkannya.
Sejumlah kaca jendela mapolsek pecah, batu berserakan di mana- mana.

Selain itu, mobil patroli milik mapolsek juga rusak terkena lemparan batu. Unit Patmor Polda Sulsel langsung turun ke lokasi kejadian mengamankan mapolsek. Pengamanan juga dilakukan oleh aparat jajaran Polda Sulsel yang lainnya.

Burhanuddin juga membantah kabar beredar yang mengatakan bahwa ada anggota polisi terlibat perkelahian dengan korban.

"Waktu itu korban terapi di Ceragem (terapi kesehatan) tidak ingin mengantre dan mengamuk, sehingga pihak pemilik meminta bantuan aparat polsek untuk menenangkannya. Korban yang terus meronta akhirnya dibawa ke mapolsek, namun tak lama setelah korban digotong ke polsek akhirnya korban sudah tidak bernapas lagi," ujar mantan Kapolwiltabes Pare-pare.

Sementara itu Kamaruddin mengatakan bahwa apa yang dilakukan anggota polisi adalah mengamankan karena korban mengamuk. "Mengamankan orang normal yang mengamuk saja sulit, apalagi yang mengamuk menderita sakit, tentu pengamanan yang dilakukan harus teliti. Imbauan saya, serahkan hal ini ke proses hukum yang berlaku" katanya.

Sikap Pangdam

Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Djoko S Utomo sebelumnya mengatakan agar kasus tersebut tidak dibesar- besarkan.

Djoko berharap kepada masyarakat, terutama aparat TNI AD maupun kepolisian, tidak terpancing dengan desas-desus yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Masyarakat harus tenang. Sebab bukan tidak mungkin ada hal yang ingin mengganggu keamanan sehingga menyebarkan desas-desus atau fitnah yang bisa memprovokasi. Kasus itu bukan pembunuhan. Anggota saya itu meninggal karena sakit yang dialaminya. Ia memang dalam kondisi sakit dan masih tahap perawatan," katanya.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Hery Subiansauri menuturkan kejadian berawal saat korban bertikai dan cekcok dengan sejumlah warga lalu dibawa oleh salah seorang keluarganya bernama Ruslan. Namun terjadi lagi percekcokan, lalu polisi datang melerai dan saat itu korban mengamuk.

"Sebanyak 11 orang termasuk tiga anggota polisi kemudian mengamankan korban karena diketahui bahwa korban mengalami gangguan kejiwaan. Kemudian warga mencari tali untuk mengikat korban agar tidak mengamuk lagi," kata Hery.

Dimakamkan

Kemarin, jenazah Mustadjab dimakamkan di pemakaman keluarga di Biringkanaya.
Hari pemakaman yang dilakukan secara militer itu seharusnya hari aqiqah putrinya yang kemarin baru berumur 15 hari.

Mustadjab dan istrinya Hairiyah sejak menikah tahun 1995 silam dikaruniai tiga putra yakni Firman, Dadang dan Adrianto.

Anak terakhirnya adalah satu-satunya anak perempuannya. Anaknya tersebut bahkan belum resmi diberi nama.

Menurut keluarga, Mustadjab sebenarnya sudah menyiapkan nama untuk putrinya tersebut.
Ratusan warga, keluarga dan rekan kerja korban mengantar Mustadjab ke pemakamannya.
Persiapan acara aqiqah untuk putrinya sebenarnya sudah disiapkan pihak keluarga sejak jauh hari sebelumnya.(Irwan/Andi Ahmad)

Selengkapnya...

Menyorot Penggunaan DAK Dinas Perikananan Kab. Sinjai

Sulesti: Ada Kesalahan Bagian Keuangan dan KPPN Sinjai

Proyek Bantuan Untuk Nelayan Dimurk up Sampai Rp.1 Miliar


Sinjai, Liputan Kota - Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2007 yang dicairkan di lingkup Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai dengan menggunakan anggaran APBN senilai Rp3,5 miliar ditengarai tidak menyentuh langsung pada masyarakat. Diantaranya, beberapa kegiatan proyek fisik yang sudah dilakukan. Proyek-proyek tersebut, seakan mengedepankan nilai keuntungan yang besar dibanding dengan hasil yang dilaksanakan.


Bahkan banyak yang menganggap, penggunaan DAK di dinas ini ditelikup oleh berbagai permasalahan. Seperti yang diungkapkan beberapa nelayan yang ditemui di TPI Lapa, Sinjai, bahwa kebanyakan bantuan yang disalurkan maupun yang sudah terlaksana tengah carut marut

Seperti pada program bantuan perahu nelayan yang seharusnya dilaksanakan pada Tahun 2007 lalu, sampai sekarang tidaklah terealisasi. Dugaan proyek fiktif ini, menuai kontraversi. Sedang pengadaan dua unit kapal patroli yang kini sudah beroperasi, terkesan dimurk up dari nilai anggaran Rp 1 Miliar.

Kapal yang diadakan pada Tahun 2007 lalu, memiliki ukuran panjang 9,2 meter, lebarnya sekitar 2 meter. Sedang mesin yang digunakan merek Yamaha 85 PK X 2 dengan anggaran tak masuk akal pula. Sehingga banyak yang memperediksi nilai yang dianggarkan tidaklah semestinya.

“Perbandingan harga dan kualitas kapal tersebut sangat jauh dengan kapal buatan disini. Oleh karena itu, jika kapal tersebut di buat di daerah ini, akan mengefisiensikan anggaran yang wajar-wajar,” papar, salah seorang nelayan yang meminta untuk tidak dipaparkan namanya.

Menanggapi persoalan dugaan murk up pengadaan 2 unit kapal patroli yang ada di dinas tersebut, Kadis Perikanan Sinjai, Budiaman, di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu mengakui, kalau DAK Tahun Anggaran 2007 lalu, penggunaannya sudah sesuai dengan juknis yang ada.

“Kami tetap mengarah pada skala prioritas seperti sarana fisik dan pengadaan BBI (Balai Benih Ikan). Jadi berbagai proyek yang dilaksanakan sudah sesuai dengan mekanisme yang ada,” ucap Budiaman.

Mengenai kapal bantuan untuk nelayan, diakuinya menjadi agenda tahun anggaran 2007 lalu. “Saat ini proyek bantuan para nelayan tersebut, sementara kami melakukan penyuratan. Mengenai pengaturannya hal itu telkah menjadi asset daerah,” tambah Kadis Perikianan Sinjai.

Mengenai pengadaan kapal patroli di akuinya, sudah sesuai dengan mekanisme yang ada. Namun jika hendak mengetahui secara tehnis, Budiaman mengarahkan untuk menemui Kasubdin Kelembagaan Dinas Perikanan Sinjai. Sedang Kasubdin kelembagaan tersebut sebagai pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tak berada di tempat.

Sekedar tambahan, pada BBI tahun anggaran 2007 yang menelan biaya Rp 900 juta, hingga saat ini belum rampung dan menunggu kucuran anggaran.

Proyek Fisik Sudah Selesai 100 persen

Penggunaan dana DAK 2007 untuk Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai belum terserap sepenuhnya, sedangkan pelaporan pertanggung jawaban semua proyek yang menggunakan dana DAK (Dana Alokasi Khusus) sudah mencapai 100 persen hal ini membuat adanya kecuriagaan diduga dana tersebut terjadi Mark Up seperti pada proyek pengadaan Kapal Patroli, jelas sumber yang dapat dipercaya yang tidak mau disebut namanya kepada Bisnis Kota Online, di Makassar Sabtu (12/7).

Ketika permasalahan ini dikonfirmasikan pada Kuasa Pengguna Anggaran Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai,Sulesti menjelaskan bahwa Proyek fisik pada prinsipnya sudah selesai 100 persen, namun hanya dananya saja kurang dari Rp. 500 juta yang belum cair akibat terjadi kesalahan administrasi bagian keuangan dan KPPN Kabupaten Sinjai, dan agar tidak merugikan pada pihak ketiga maka direalisasikan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk Kabupaten Sinjai, jelasnya.(Zulkifli/Andi Ahmad)

Selengkapnya...

Wakil Walikota : Pemkot Palopo Selaraskan Program Pemprov Sulsel

Pemkot Butuh Dana Rp.1,9 Miliar Untuk Kesehatan

Laporan: Saldi Rani- Andi Ahmad

Wakil walikota palopo, H. Rahmat Masri Bandoso, berbenah mengemasi beberapa arsip dikantor DPRD, sebelumnya beliau menjabat sebagai ketua DPRD kota palopo.(foto: Saldi Rani)


Palopo,Liputankota- Terciptanya sumber daya manusia kota Palopo yang handal, terampil professional dan mandiri dalam menggali, mengembangkan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kesejahteraan umat manusia dan alam sekitarnya, merupakan misi dari pada pemerintah kota Palopo.

Adanya pelayanan kesehatan yang gratis kepada warga kota Palopo merupakan dukungan dalam menselaraskan program pemerintah provinsi (Pemprov) yakni pada bidang pendidikan dan kesehatan, dan peningkatan kinerja aparat dan sekaligus peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kata Wakil Walikota Palopo Rahmat Bandaso kepada Bisnis Online, Minggu (13/7) pertelepon selularnya.

Untuk menselaraskan program pemprov baik pada bidang pendidikan maupun kesehatan sangat perlu didukung oleh dana yang banyak untuk terlaksananya program ini sampai ke masyarakat.

Makanya Pemerintah Kota palopo membutuhkan dana sekitar Rp1,9 Miliar untuk menyukseskan perogram kesehatan gratis yang dicanangkan oleh Gubernur Provinsi Sulawesi-Selatan, ( Sul-Sel ) Syahrul Yasin Limpo,

Hal itu diungkapkan, Kepala Bidang Promkes dan Kesga Dinas Kesehatan Pemerintah Kota palopo, dr. HM Ishaq Iskandar baru-baru ini. Menurutnya, kesehatan gratis sudah lama diprogramkan oleh Pemerintah Kota Palopo, sebelum diprogramkan oleh Gubernur Sul-Sel. Hanya saja kata dia, kesehatan gratis yang sudah diterapkan di Kota palopo masih dalam batas-batas tertentu.

Ditambahkannya, Walikota Palopo HPA, Tenriadjeng telah menandatangani MoU dengan Gubernur Sul-Sel belum tentang kesehatan gratis. Dia menjelaskan, program kesehatan gratis ini diinplementasikan dimasyarakat melalui program jaminan kesehatan program Kota Palopo ( Jamkeskop ) yang kemungkinan tahun ini akan direalisasikan dengan system sharing anggaran, 60 % ditanggung Pemerintah Sul-sel dan 40 % ditanggung oleh Pemerintah Kota Palopo. ( Saldi Rani/Andi Ahmad) .

Selengkapnya...

Pilpres 2009 Gerbang Militer

Wiranto dan Prabowo bersaing pada Pilpres 2009


Jakarta,Liputankota – Sulit dielakkan, kehadiran Partai Gerindra dan Hanura memancarkan persaingan dua kekuatan 'berdarah' militer di Pemilu 2009. Itu karena keduanya memang mengusung capres dari kalangan militer.

Di ajang pemilihan Presiden RI tahun depan, Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) mengedepankan sosok Prabowo Subianto, mantan Panglima Kostrad. Di kubu Hanura (Hati Nurani Rakyat), mantan Panglima TNI Wiranto. Semasa aktif, keduanya termasuk militer elit. Keduanya sama-sama berprestasi.

Di tengah upaya mendorong supremasi sipil untuk memaksimalkan semangat reformasi, kemunculan figur dari kalangan militer memang belum bisa dihindari. Boleh jadi, fenomena ini berangkat dari kapasitas kualitas teknis dan nonteknis figur yang dijagokan untuk jadi pemimpin.

Untuk Pilpres 2009, misalnya, bukan hanya Prabowo dan Wiranto yang maju sebagai capres dari kalangan militer. Selain mereka, ada Sutiyoso (mantan Pangdam Jaya) yang maju sebagai capres dari jalur independen. Juga ada Susilo Bambang Yudhoyono, capres incumbent yang diusung Partai Demokrat.

Dan, sebagaimana capres dari parpol lain, para purnawirawan itu juga membidik kemenangan. Sebisa mungkin melesat sampai ke kursi RI-1. Gerindra, misalnya, berharap bisa merebut 15% suara untuk ikut memuluskan jalan Prabowo. Umar S Bakry, Direktur LSN, menyebut target itu realistis.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengklaim parpolnya sebagai yang paling akhir dibentuk dibandingkan parpol lain yang lolos verifikasi KPU (Komisi Pemilihan Umum).

Gerindra didirikan Februari 2008 dengan semangat meluruskan sikap para elit yang melenceng dalam memimpin negeri ini. "Pemerintahan sekarang hanya mengedepankan ekonomi kapitalistik dan politik demokrasi liberal yang tidak sesuai dengan haluan founding fathers bangsa ini," kata Fadli.

Para elit yang kini memimpin, menurut Fadli, gagal menghadirkan pembaruan dan kemajuan sehingga muncul parpol-parpol baru.

"Kami ingin memperjuangkan pemimpin yang baru. Apalagi, sudah banyak dukungan kami peroleh, baik dari kelompok tani, pelayan, dan masyarakat yang merasa hanya jadi korban globalisasi," tutur Fadli.

"Semua alat dan aset strategis negara ini malah makin banyak dikuasai asing. Kami menganggap semua ini tak lain adalah proses dari pengkhianatan para elit," tandas Fadli.

Inilah.com melansir. Untuk memperoleh suara dalam jumlah signifikan yang dibutuhkan dalam upaya mengusung Prabowo sebagai capres, Gerindra akan segera melakukan sosialisasi sekaligus konsolidasi internal dan eksternal.

"Kami terus berjuang menggalakkan aksi konkret, tidak lagi sekadar wacana. Kami harus membela kepentingan rakyat kecil seperti petani, nelayan, buruh. Kami ingin lebih memberdayakan masyarakat," kata Fadli.

Gerindra, kata Fadli, akan berupaya sekeras-kerasnya mengembalikan dan menegakkan martabat bangsa. "Kami akan memfungsikan Gerindra sebagai alat perjuangan mengembalikan kejayaan Indonesia," tambahnya.

M Taufik, mantan Ketua KPUD DKI Jakarta yang kini salah satu pimpinan Garindra, mengakui Prabowo layak dipilih jadi Presiden RI 2009-2014. "Kami mengejar Istana. Kami usung Prabowo karena beliau memang memenuhi syarat untuk jadi presiden," katanya.

Semangat dan optimisme jadi modal Garindra sejak awal, sejak pertama kali mendaftar ke KPU. Gerindara datang bersama ratusan pendukungnya sambil menggelar tari-tarian dan musik gamelan. Yang juga menarik, mereka membawa persyaratan pendaftaran dengan sebuah truk.

"Ini salah satu bentuk dukungan masyarakat yang menginginkan perubahan," kata Fadli.

Penampilan Prabowo di berbagai media massa, televisi maupun cetak, menyadarkan publik akan tekad kuatnya jadi pemimpin masa depan Republik ini. Ia pun memang sudah mantap dengan Gerindra, parpol yang secara historis dan ideologis lebih mengkristal dalam jiwa dan haribaannya.(Wawan)


Selengkapnya...

Ilham Tinggalkan Rujab, Petugas Rujab Menangis


Makassar, Liputankota- HariJumat (11/7) dini hari, Ilham Arief Sirajuddin resmi mundur dari jabatan Wali Kota Makassar. Tak seperti hajatan pindah rumah orangh kebanyakan, Ilham dan Istri, Aliyah Mustika, meninggalkan rumah jabatannya di Jl Penghibur pukul 04.00 dinihari. Diantar sekitar delapan orang dekatnya, Ilham menuju rumah pribadinya di kompleks perumahan elite di tengah kota, Puri Mutiara, Jl Monginsidi Baru, Makassar.

Seremoni spritual begitu kental dalam acara "perpisahan itu." Pukul 03.30 wita, Ilham dan istri salat tahajjud. Mukanya berseri-seri.

Dua tokoh spritual muda, Ustad Rahmat Qayyum dan Ustad Ahmad, berkeliling rumah dengan tasbih di tangan. Sebelum pamitan, bersama istri yang mengenakan baju terusan bermotif batik, Aco membangunkan penghuni tetap rumah yang dibangun di masa pemerintahan Belanda itu.

Keluarga Ilham resmi mukim di rumah berarsitektur minimalis itu Juli 2004. "Kami masuk dengan baik, kami tinggalkan juga dengan baik- baik, dan kami ingin kembali ke sini dengan baik-baik," kata Ilham.

Sebelum pamitan, Aliyah membangunkan penghuni rumah. Dua juru masak, tiga pramusaji rumah tangga, satu perawat taman, dan sopir berkumpul di ruang tamu. Dua diantaranya mengenakan pin bergambar Ilham-Supomo.

Tak banyak kata yang terungkap. Kedekatan, suka duka, dan kenangan antara penghuni rumah terungkap dengan diam dan air mata.

Ilham dan istri menyalami dan memeluk mereka satu persatu. Yang dipamiti berurai air mata. Mata Ilham berkaca-kaca tapi air mata Aliyah justru membasahi baju empat perempuan pramusaji rumah itu.

Ilham berpesan khusus kepada seseorang yang dipanggilnya Bibi Ani, yaitu seorang wanita yang sudah 35 tahun menjadi juru masak di rumah itu. Ia mengaku sangat suka dengan sambal buatannya. "Bibi buatkan saya sambal di sini, terus kirim ke rumah saya ya," pintanya.

Sebelum Ilham dan istri melewati daun pintu utama di bagian depan, Ustad Rahmat Qayyum memimpin doa. Suasana hening, sebelum Rahmat mengumandanghkan azan dan iqamat.

Usai pamitan itulah ia langsung meninggalkan rumah jabatan dengan mobil Toyota Alphard miliknya. Sebelum naik, Ilham memanggil dua pamong praja di pos jaga. "Pak, tolong jaga rumah baik-baik," pesan Ilham sebelum naik ke mobil metalik DD 1 WK.

Hujan deras mengiringi Ilham masuk ke rumah barunya, di ujung timur Jl Mutiara III, kompleks rumah mewah itu. Harga rata-rata rumah di kompleks berikat itu antara Rp 700 juta - Rp 1,3 miliar. "Ini akhir pekan keemopat saya nginap disini," kata Ilham, sebelum salat subuh berjamaah, seperti dikutif tribun.

Hujan baru mereda sebelum Ilham ke Balaikota pukul 06.30 Wita pagi, untuk acara senam bersama ratusan PNS di pemkot.

Di Bali kota, pagi harinya, Ilham menggelar acara pamitan dengan 14 camat dan 143 lurah di Balaikota Makassar. "Saya mohon pamit, pergi untuk kembali," kata Ilham. Suasana hening dan air mata juga terlihat di acara yang sekaligus Ilham melakuklan serah terima rumah jabatan dan mobil dinas.

"saya datang kesini dengan mobil DD 1 A, (pelat merah), tapi saya pulang nanti dengan pelat hitam (DD 1 WK)," kata Ilham.

Ilham didampingi pasangannya, Supomo Guntur, dan asisten I Ruslan Abu. Sebelumnya, tadi pagi, Ilham dan Supomo menggelar acara pamitan di halaman balaikota dengan pesta buroncong dan pisang epe (dua makanan khas Makassar).

Ilham juga menyempatkan diri bertemu wartawan di ruang kerjanya. Ia sekadar menyampaikan terima kasih kepada wartawan yang telah memberitakan berbagai program pemerintah kota. "Terima kasih kepada teman-teman yang telah memberitakan berbagai program kami," katanya.(Ahyar/Andi Ahmad)




Selengkapnya...

Bahar Pakai Alpar, Ashar Hanya Jalan Kaki

Mengintip Calon DPD Sulsel Saat Mendaftar di KPU (bagian 1)

Laporan : Andi Ahmad -Makassar

Bahar Ngitung sedang memasuki kantor KPU Sulel dengan memakai Baju ala pakaian arab.


Makassar, Liputankota - Masjid HM Asyik, Jl Andi Pangerang Pettarani, Makassar, Jumat (11/7), menjadi saksi bertemu dua kekuatan yang bakal berhadapan di Pemilu DPD RI 2009. Dua figur yang akan bersaing masing-masing star dari masjid ini ke KPU Sulsel, kemarin.

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulsel Azhar Arsyad didampingi komandan Barisan Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Nurdin Tajrih

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulsel Azhar Arsyad dan pengusaha Bahar Ngitung star dari Masjid HM Asyik ke KPU mendaftar DPD. Didampingi komandan Barisan Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Nurdin Tajrih dan puluhan aktivis LSM, Azhar star lebih awal usai salat Jumat hanya dengan jalan kaki saja.

Beberapa kader NU menggunakan sarung ikut mengantar Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI) ini. Setelah menyerahkan berkas dukungan 4.615 kartu tanda penduduk (KTP) dari 17 kabupaten/kota, Azhar dinyatakan resmi terdaftar dengan nomor urut 12,seperti dikutif tribun.

Dia diterima Ketua KPU Jayadi Nas, anggota Lomba Sulthan dan Ziaur Rahman didampingi staf M Faried. Ikut mengantar Azhar Sekretaris PKB Sulsel Abd Wahid Sepe. Usai mendaftar, rombongan Azhar ke Rumah Makan Nyoto, Jl Rappocini Raya. Di tempat ini, puluhan aktivis LSM silih berganti datang.

Mereka memberi dukungan dan ucapan selamat kepada Azhar yang telah mendaftar calon DPD. Antara lain yang hadir, Yudha Yunus, Soewarno Soedirman, Mulyadi Prayitno, Direktur LBH Makasar Abdul Muththalib, aktivis YLKI M Nawir dan Almujahid Akmal, serta Direktur Lembaga Kajian Pesantren dan Masyarakat (LKPMP).

Diantar ratusan pendukung, proses pendaftaran Bahar Ngitung membuat ruas Jl AP Pettarani macet beberapa saat. Mengenakan baju khas Arab dipadu sorban dan kacamata hitam, Bahar berjalan menuju KPU dan sebelumnya diantar oleh ratusan pendukunganya dan Bahar Ngitung mengendarai Mobil Toyota Alphar sejenis type mobil yang tergolong mewah. Di depannya sejumlah lelaki tak henti menabuh gendang dan meniup terompet,

Sebelumnya, Wakil Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Mahir Takaka, mendaftar sebagai calon anggota DPD ke 10. Mahir lahir di sebuah tempat terpencil di Luwu Utara, Seko. Kawasan ini hanya bisa dijangkau kendaraan motor yang biasa disewa Rp 500 ribu per sekali angkut karena harus menempuh sekitar 300 KM jalan setapak. Dia juga disalami aktivis LSM,

Setelah Mahir, mantan Direktur PT Perkebunan Negara (PN), Hasan Sayuti, menoerehkan tanda tangan sebagai calon anggota DPD ke-11. Dia diantar aktivis perempuan Itji Diana Daud. Pendaftar DPD RI kemarin diakhiri oleh Pemilik Handayani Group, Moh Alifuddin, yang menyerahkan 4.027 kopian KTP.(andi ahmad)

Selengkapnya...

Ketua Pemuda Ansor Sulsel Resmi Mendaftar Calon DPD Sulsel

Calon Anggota DPD Sulsel, Ashar Arsyad saat mendaftar di KPU Sulsel didampingi anggota pasukan Banser (foto: Andi Ahmad)


Makassar,Liputankota- Ketua Gerakan Pemuda Ansor Sulsel Azhar Arsyad usai shalat jumat resmi mendaftar di Komisi pemilihan Umum (KPU) Sulsel dijalan AP.Pettarani.

Istri tercinta dan ketiga anak Ashar Arsyad turut meyaksikan saat mendaftar di KPU Sulsel. (foto: Andi Ahmad)

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini dari Masjid HM. Asyik jalan kaki bersama tim Pemenangan yakni Saeful Jihad, Baharuddin Solongi, La Sunra, Syamsul Patinjo, Hamzah, Suherman, Mustafa, Anwar, Mansyur, Ismail, dan Raodha, dan saat mendaftar yang diterima anggota KPU Sulsel, disaksikan oleh istri dan ketiga anaknya, kata Asisten Pribadi Azhar, Muhammad Sufyan.

" Untung kita lebih duluan datang ke kantor KPU, karena kalau didahului oleh salah satu calon DPD yang bersamaan mendaftar hari ini, yang jelas dapat angka sial yaitu 13, dan untung dapat angka 12 sebagai nomot urut pendaftaran di KPU Sulsel," ujar Istri Azhar dengan berkelakar.

Wakil Sekretaris Pengurus Besar Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI) saat mendaftar diantar pasukan Barisan Serba Guna (Banser) Ansor dan didampingi sampai diruang pendaftaran di Kantor KPU dan mendapat urutan ke 12 sebagai calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Sulsel. ( Andi Ahmad)

Selengkapnya...

Dua Pasangan Kandidat Gubernur Kaltim Janji Biayai Pengobatan Noor

Achmad Amins bahkan telah mengunjungi Noorsyaidah di tempat tinggalnya di Jl Merdeka III, Samarinda Ilir, dan melihat kawat-kawat yang keluar dari perut dan dada Noorsyaidah.


Samarinda, Liputankota-Setelah menarik perhatian Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari dan Pj Gubernur Kaltim Tarmizi A Karim, penyakit aneh yang diderita Noorsyaidah juga membangkitkan simpati dua kepala daerah tempat Noorsyaidah tinggal dan bekerja, yakni Walikota Samarinda Achmad Amins dan Bupati Kutai Timur Awang Faroek Ishak.


Amins bahkan telah mengunjungi Noorsyaidah di tempat tinggalnya di Jl Merdeka III, Samarinda Ilir, dan melihat kawat-kawat yang keluar dari perut dan dada Noorsyaidah. Sedangkan Awang, begitu tahu bahwa Noorsyaidah bekerja sebagai guru di Sangatta, langsung memerintahkan ajudannya untuk menelepon Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Marthen Luther dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kutim dr Andi Baji Sulolipu, untuk mencari tahu informasi lebih rinci.

Rabu (9/7) kemarin, Amins nampak sangat terkejut setelah bertemu Noorsyaidah dan diperlihatkan perutnya yang ditumbuhi kawat-kawat berduri itu. Amins hanya memintanya dan pihak keluarga untuk tabah menghadapi cobaan dan ujian dari Tuhan.

"Luar biasa! Saya selama ini hanya nonton dan baca di koran aja, eh ternyata setelah melihat langsung, memang benar-benar kawat yang tumbuh di perut Ibu Noor itu. Saya atas nama Walikota Samarinda, cukup salut dengan Noor karena tetap tabah menjalaninya, dan mudah- mudahan tetap terus tabah menjalaninya, " kata Amins.

Amins mengaku sangat siap memberikan bantuan dalam bentuk apa pun untuk kesembuhan Noorsyaidah, namun semua sangat tergantung kepada Noor dan keluarganya. "Saya siap membantu Noor biar sampai ke luar negeri sekali pun, asalkan Noor bisa sembuh dan hidup seperti halnya perempuan normal. Tapi itu tadi, tergantung dari Noor saja apakah siap menerima bantuan saya itu. Karena yang saya tahu, Noor tidak mengharapkan bantuan materi, tapi kepada orang yang bisa menyembuhkannya," jelasnya.

Di Sangatta, Awang semula terkejut ketika diberitahui bahwa Noorsyaidah tinggal di RT 27 Bukit Pelangi, Desa Teluk Lingga, Sangatta Utara, Kutim. "Apa benar iya itu warga kita, tinggal dimana? Terima kasih ya, sudah memberikan informasi," ujar Awang di ruang kerjanya, kemarin.

Dengan mimik serius, Awang lalu membaca tuntas reportase eksklusif Tribun mengenai penyakit yang diderita Noorsyaidah.

Tanpa komentar panjang, Awang memerintahkan ajudannya menelepon Kadis Kesehatan Kutim dr Marthen Luther dan Direktur RSUD Kutim dr Andi Baji Sulolipu. Ia juga juga memerintahkan untuk segera memanggil Asisten I Pemkab Kutim, Idrus Yunus. "Tolong panggil Pak Andi Baji dan Pak Marthen, ini harus segera direspons," perintah Awang.

Selanjutnya, Awang memerintahkan kepada dr Marthen dan dr Andi Baji, untuk mendatangi langsung Noorysaidah yang saat ini sedang berada di rumah kakaknya di Jalan Merdeka III, Samarinda Ilir. Ia mengharapkan agar Noorsyaidah mau dibujuk untuk memeriksakan diri di Rumah Sakit Abdul Wahab Syharanie, Samarinda. "Tolong ya Pak Andi, datangi dan sekalian bujuk untuk diperiksakan," katanya.

Awang mengaku turut prihatin atas derita yang dialami Noorsyaidah. Ia berharap Noorsyaidah tetap tabah menerima cobaan penyakit yang diterima. "Sungguh saya turut prihatin, terlebih ini warga kami. Saya harap Ibu Noor bisa bersabar," katanya.

Ia berjanji akan mengusahakan untuk mencari upaya pengobatan medis untuk Noorsyaidah termasuk menanggung seluruh ongkos yang kemungkinan bakal timbul. "Sudah tentu Pemkab akan mengusahakan mencarikan pengobatan dan menanggung semua biayanya, itu sudah menjadi kewajiban pemerintah," katanya.

Ditanya apakah ada rencana untuk mengunjungi Noorsyaidah, Awang mengaku akan segera menjadwalkan waktunya. "Iya nanti kalau ada waktu akan segera saya kunjungi. Tapi kan Anda sudah dengar sendiri sudah ada utusan yang saya kirim ke sana sore ini juga," katanya.

Kawat akan Diuji Lab

Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) AW Syahrani Samarinda, dr Ajie Syirafuddin DHM MMR, benar-benar memenuhi janjinya untuk menemui dan melihat langsung kondisi Noorsyaidah, Rabu (9/7). Ajie datang bersamaan dengan rombongan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Sutarnyoto, ke Jl Merdeka III, Samarinda Ilir.

Tiba sekitar pukul 09.30 Wita, mereka disambut suka-cita Noorsyaidah dan pihak keluarganya. Apalagi niat kedatangan Dirut RSU AW Syahrani dan Dinkes tersebut untuk memberikan pelayanan dan tempat khusus di RSU AW Syahrani tanpa memungut bayaran.

"Semula saya memang tidak percaya sama sekali ada besi kawat yang bisa menancap di tubuh seseorang, apalagi bertahannya hingga 17 tahun. Tapi setelah melihatnya langsung, sungguh luar biasa dan di luar kemampuan saya sebagai seorang dokter untuk memahaminya," kata Ajie terheran-heran setelah Noor memperlihatkan bagian perutnya yang ditumbuhi kawat itu kepadanya.

Ajie bahkan sempat beberapa saat memegangi perut Noor untuk memastikan bahwa besi kawat yang tumbuh itu benar-benar timbul dari dalam, bukan atas rekaan belaka. "Ini memang kawat asli, bukan kawat bentukan. Bahkan ternyata tidak hanya yang muncul di luar saja, tapi setelah saya periksa di dalam perut Ibu Noor juga ada kawat-kawatnya. Luar biasa dan di luar jangkauan ilmu medis ini namanya," ujar Ajie yang tak bisa menyembunyikan rasa herannya.

Ajie juga mengambil sample kawat untuk diteliti di laboratorium RSU AW Syahrani. "Jadi selain menyediakan ruangan dan pelayanan khusus buat Ibu Noor, RSU AW Syahrani juga akan menguji laboratorium kawat-kawat yang tumbuh di perut Ibu Noor itu, kita tunggu saja dalam dua atau tiga hari ini, mudah-mudahan sudah ada hasil dari uji lab itu," terangnya.

Kepala Dinkes Kaltim Sutarnyoto juga tak bisa menyembunyikan keterkejutannya setelah melihat langsung kondisi Noorsyaidah. Sutarnyoto langsung membenarkan bahwa kawat tersebut memang asli.

"Yang jelas kami sudah melihatnya langsung, karena itu dalam jangka dua atau tiga hari ini juga, sembari menunggu hasil uji laboratorium RSU AW Syahrani atas sample kawat itu, kami akan segera melaporkan perkembangannya kepada Departemen Kesehatan (Depkes) di Jakarta," kata Sutarnyoto,seperti dikutif tribunkaltim.

Pada malam harinya, sekitar pukul 22.00, Kepala Rumah Sakit Umum Sangatta dr Andi Baji bersama rombongan juga tiba tempat Noorsyaidah di Samarinda. Menurut Andi Baji, RSU Sangatta juga menawarkan perawatan khusus.

"Dia kan bekerjanya di Sangatta, jadi pengobatan akan lebih mudah dilakukan jika dari RS setempat. Mudah-mudahan maksud kedatangan kami yang langsung dari Sangatta ini disambut baik oleh Ibu Noor, dan dia mau dirawat oleh kami," ujarnya. (Darwis)

Selengkapnya...

Banjir di Balikpapan, 3 Orang Tewas

Laporan: Darwis Katureng

Sebuah Mobil Angkutan Kota dibawa arus air pada banjir kemarin di kota Balikpapan. (foto: tribun kaltim)


Balikpapan, Liputankota-Banjir kembali melanda Kota Balikpapan, Rabu (9/7), setelah hujan mengguyur selama kurang lebih 7 jam mulai sekitar pukul 03.00. Sebagian besar jalan-jalan terendam air,membuat tranportasi dan sejumlah aktivitas lain lumpuh. Ribuan rumah terendam air dan rusak diterjang puting beliung. Longsor terjadi di sejumlah titik.

Yang lebih memprihatinkan, banjir kali ini menelan tiga nyawa. Korban meninggal dunia itu adalah kakak beradik Gerald Hutagalung, 7, dan Neil Hutagalung, 10, yang meninggal di Kompleks Perumahan Imigrasi Jl Taruna Sari Martadinata RT 63 Balikpapan Tengah. Keduanya menghembuskan nafas terakhir setelah tertimpa dinding rumah mereka yang longsor. Untuk mengevakuasi kedua jenazah, tim penyelamat terpaksa menurunkan alat berat (buldoser), karena tubuh Neil tertimpa beton pondasi setebal satu meter yang menimpa dinding rumahnya.

Sedangkan korban lainnya, Yunus Tandulau, 39, ditemukan tak bernyawa setelah sempat hilang beberapa jam di arus sungai, di sekitar Jembatan Mariati, Kelurahan Gunung Sari. Menurut pengakuan adik korban, Feri, Yunus menceburkan diri sendiri ke air. "Dia itu memang orang stres. Dia ceburkan diri sendiri," kata Feri kepada Tribun.

Dari pantauan tim Tribun, banjir yang terjadi kemarin sangat parah. Selain merendam ribuan rumah, banjir juga mengakibatkan sedikitnya empat mobil terseret arus. Beberapa wilayah bahkan terendam air hingga ketinggian hingga dua meter, seperti di Kelurahan Damai, Kampung Timur, Straat I dan Karang Anyar. Warga pun berbondong-bondong menyelamatkan barang berharga. Genangan air hampir terjadi di semua wilayah kecamatan.

Untuk Kecamatan Balikpapan Selatan, banjir menggenangi Kelurahan Sepinggan, Damai, Telagasari dan Gunung Bahagia. Di Balikpapan Tengah meliputi Karang Jati dalam dan luar, Karang Rejo, Karang Anyar, Jl A Yani, Gunung Malang, Bundaran Muara Rapak. Di Balikpapan Utara, banjir merendam Kelurahan Gunung Samarinda, Muara Rapak, Batu Ampar, Karang Joang. Sedangkan di Balikpapan Timur hanya di Batakan dan Manggar.

Tidak hanya banjir, tapi musibah juga datang lewat angin puting beliung di Kelurahan Karang Jati dan Kelurahan Karang Anyar. Atap ratusan rumah dinas milik Pertamina rusak diterjang angin dan tertimpa pohon yang tumbang. Akibatnya, karyawan Pertamina dengan terpaksa meliburkan diri, sibuk memperbaiki rumah mereka masing-masing. "Mau nggak mau, masa rumah ditinggalkan dalam keadaan begini. Atap pada bolong, halaman porak-poranda. Nanti kalau datang puting beliung lagi bagaimana," ujar Agus, Ketua RT 30 di Jl Minas I Parikesit.

Kerusakan parah juga dialami Stadion Persiba Balikpapan. Sebagian tembok yang menjadi dinding stadion retak dan atap seng tribun terbang dibawa angin puting beliung. Salah seorang pekerja yang sedang merenovasi stadion, Sanusi, bercerita bahwa angin pagi itu bertiup sangat kencang. "Kami semuanya langsung berhenti kerja dan masuk ke dalam stadion. Kami hanya bisa melihat seng berterbangan dibawa angin. Waktu seng itu tercabut, suaranya seperti ledakan bom," tutur Sanusi.

Puting beliung juga menerjang sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 1 Balikpapan yang beralamat di Jl Ahmad Yani, hanya sekitar satu kilometer dari stadion Persiba. Pagar tembok yang mengelilingi sekolah roboh, dan sarana pendidikan seperti meja dan kursi berserakan di luar kelas.

Lama guyuran hujan mengakibatkan longsor di kawasan Martadinata Gunung Sari dan Jl Yos Sudarso atau Jalan Minyak. Longsor di Martadinata yang terjadi sangat parah dan merenggut dua korban jiwa. Longsor juga terjadi di Jalan Pangeran Antasari dan sebagian rumah di Kelurahan Karang Rejo Bahkan, ada beberapa rumah yang nyaris roboh dan terlihat tergantung karena bagian dasarnya (tanahnya) sudah longsor.

Longsor itu membuat jalan menjadi kotor dengan lumpur seperti di Jl Ahmad Yani, Jl Mayjen Sutoyo, Jl MT Haryono, dan Jl Jenderal Sudirman. Setelah hujan reda, tim terpadu pemkot, POLRI dan TNI, bergotong-royong membantu warga membersihkan pepohonan yang tumbang dan sampah yang menumpuk akibat banjir, seperti dikutif tribunkaltim.

Tidak hanya itu, hujan disertai angin puting beliung juga mengakibatkan jaringan komunikasi lumpuh total, setelah kantor daerah Telekomunikasi (Telkom) Balikpapan terendam air. Ini terjadi karena tembok pembatas kantor sepanjang 20 meter dengan tinggi 2,5 meter runtuh. Air kemudian masuk ke ruang tempat penyimpanan data dan peralatan elektronik lainnya. Akibatnya, petugas mematikan semua jaringan yang di dalamnya terdapat backbone, saluran utama komunikasi dari Kalimantan Selatan ke Kalimantan Timur, sekaligus sebagai pusat komunikasi dari Balikpapan ke wilayah Kaltim lainnya.

Menurut Dwi Kurniawati, GM Kandatel Kaltim Selatan, hujan deras kali ini benar-benar melumpuhkan jaringan telkomunikasi mulai dari internet, telepon dan flexi. "Karena itu kami mohon maaf kepada masyarakat pengguna telepon Telkom yang terganggu akibat peristiwa ini. Kami sekarang sedang melakukan pembenahan dan mudah-mudahan segera selesai. Pertama yang kami upayakan untuk diperbaiki adalah saluran telepon. Dan pukul 11.00 saluran telepon sudah bisa digunakan," katanya. Setelah itu kami akan membenahi jaringan internet dan telpon.(darwis katureng)


Selengkapnya...

Kapal Motor Tujuan Palu Tenggelam di Majene




Majene, Liputankota- Sebuah kapal motor (KM) pengangkut sembako tujuan Palu-Makassar tenggelam di perairan Tanjung Rangas, Kecamatan Banggae, Majene, pada Selasa (8/7) dini hari.

Menurut saksi mata, seorang warga Rangas, Rahman, kapal yang bernama KM Sinas Mas tersebut terbakar sebelum tenggelam ke dasar lautan. Tapi, tidak ada korban jiwa pada kecelakaan ini,seperti dikutif tribun.

Semua awak kapal sebanyak 12 orang selamat dan dievakuasi ke rumah-rumah warga di sekitar pantai. Tapi, kerugian materil akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.

Api diperkirakan berasal dari kamar mesin. Ketika semua awak kapal sedang tertidur lelap, api tiba-tiba membesar dan membakar seisi kapal. Tidak ada barang-barang di atas kapal yang bisa diselamatkan.(Yusak NL)



Selengkapnya...

Banjir di Banggai, Jalur Palu-Luwuk Masih Putus

Banjir di Banggai sampai mengakibatkan jalur Palu-Luwuk Terputus.

Palu, liputankota- Hingga Kamis (10/7), jalur Palu-Luwuk masih terputus. Ini disebabkan sebuah jembatan besar dan dua jembatan kecil di Kecamatan Nuhon putus, terbawa luapan air. Sementara dua jembatan lain yang masing-masing berada di Kecamatan Toili dan Batui, juga putus hingga menyebabkan hubungan antar dua kecamatan dan desa-desa sekitarnya terganggu.


Informasi yang diperoleh dari Kabupaten Banggai, Kamis malam menyebutkan hinggai kini ketinggian air masih berkisar setengah hingga dua meter. Warga di beberapa desa di Kecamatan Batui dan Toili terpaksa harus menggunakan perahu tradisional atau perahu karet sebagai alat transportasi akibat jalan dan jembatan yang putus. Sementara itu, Halim Syahputra (39), warga yang hanyut terbawa arus air, hingga kini belum ditemukan. Petugas Satkorlak sudah melakukan pencarian hingga ke pesisir.

"Dari Batui ke Toili, tidak bisa ditembus dengan jalan kaki, karena jembatan putus dan jalan rusak. Jadi harus pakai perahu karet. Di Batui, satu jembatan putus, begitu juga di Toili. Sementara di Nuhon ada tiga jembatan, satu jembatan besar dan dua jembatan kecil. Akibat jembatan putus di Nuhon, transportasi Palu dan daerah-daerah lain yang menuju Luwuk, putus. Pokoknya masih sulit ditembus," kata Steven (33), warga Banggai.

Kompas.com melansir. Banjir di Banggai akibat luapan Sungai Toili, Batui, Tobelombang, dan beberapa sungai lainnya. Hujan deras yang turun selama beberapa hari membuat air sungai meluap. Luapan air kian parah karena saat yang sama juga terjadi air pasang

Soal air pasang, juga terjadi di Kabupaten Morowali. Kamis pagi, sekitar 15 rumah warga dan sebuah pasar di Desa Bente Kecamatan Bungku Tengah, porak poranda akibat air pasang dan ombak besar.

"Tidak ada korban jiwa. Tapi warga yang terkena musibah terpaksa diungsikan ke Balai Desa setempat. Sebagian mengungsi ke rumah keluarga. Air pasang, angin kencang, dan ombak besar memang sudah terjadi sejak dua bulan terakhir, tapi akhir-akhir ini yang lebih parah," kata Mikael Sorisi, Kepala Seksi Pemberitaan, Infokom, Kabupaten Morowali.

Kabupaten Morowali berada di dekat wilayah perairan Teluk Tolo. Perairan sama ditambah Laut Maluku, juga mengelilingi sebagian Kabupaten Banggai. Sementara sisi lain Banggai berada di wilayah perairan Teluk Tomini.(Tono Sebastian)
Selengkapnya...

Pembangkit Listrik Kapisitas 60 MW Akan Dibangun di Sulsel

Paul Edward: Dijadwalkan beroperasi pada Juni 2009.

Pembangkit Listrik Lahendong Sulut.


Makassar,Liputankota– Hari-hari belakangan, krisis listrik membuat galau banyak pihak di seantero Nusantara. Tapi, di Sulawesi, sengatan listrik sebentar lagi mendekati normal. Tambahan pasokan dari PLTG Sengkang jadi penolong.
Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sultan Batara) mulai bisa bernapas lega lagi. Krisis listrik di sana bakal berkurang menyusul datangnya tambahan pasokan dari PLTG Sengkang.

Rencananya, mulai September 2008, PLTG Sengkang yang dikelola perusahaan asing PT Energi Sengkang akan menambah daya listrik 60 Mega Watt (MW) melalui BP Migas. Daya yg diproduksi PLTG Sengkang saat ini adalah 138 MW. Jumlah itu yang disuplai ke PLN Sulselrabar.

Selama ini, PLN Sulselrabar hanya mampu menyediakan daya listrik 420 MW. Padahal, penggunaan listrik di sana saat beban puncak mencapai 450 MW sehingga defisit 30 MW.

Menurut Paul Edward, Presiden Direktur PT Energi Sengkang, saat menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, pihaknya akan membangun satu blok lagi dengan kapasitas 60 MW dan dijadwalkan beroperasi pada Juni 2009.

Pemanfaatan liquified natural gas (LNG) atau gas alam cair sebagai pembangkit listrik, kata Paul, akan diprioritaskan untuk pasokan listrik di wilayah Sulsel.

"Kami sudah memesan alat dari Jerman dan AS. Gas sebagi pembangkit juga sudah disediakan. Kami berharap semua bisa berjalan tepat waktu," tukas Paul.

Selain menyuplai listrik ke PLN Sulselrabar, PLTG Sengkang juga berencana memasok LNG ke PLTU Tallo di Makassar yang menggerakkan turbin pembangkit HSD (disel). Pasokan LNG sebagai bahan bakar pengganti ini nantinya bisa mengurangi pemakaian BBM di PLTU Tallo.

Paul mengemukakan, dengan pasokan LNG dari PT Energi Sengkang, PLTU Tallo diharapkan bisa mengurangi seperdua dari total pemakaian BBM, yakni Rp 2.400 per kwh.

"Selama ini kami menjual listrik ke PLN Rp 440 per kwh. PLN menjual ke pelanggan Rp 600 per kwh. Harga itu merupakan penjualan listrik termurah di Indonesia," jelas Paul,seperti dikutif inilah.com

PT Energi Sengkang, lanjut Paul, juga akan bekerja sama dengan petani setempat dalam pemanfaatan sekam padi. Sekam padi yang biasanya hanya dibakar oleh warga, bisa diolah dan akan menghasilkan daya 20 MW.

PT Energi Sengkang yang beroperasi sejak 1997 bertekad menyuplai listrik dan menambah daya hingga 2010 sebanyak 60 MW lagi dengan nilai investasi US$ 140 juta.

Menyoal kontribusi PT Energi Sengkang bagi masayakat di Kabupaten Sengkang sendiri, Paul menggambarkan, pihaknya telah menunaikan kewajiban kepada pemerintah untuk membayar pajak. Hanya saja, dana itu disetor lewat pemerintah pusat, yakni Departemen Keuangan.

"Tahun lalu, US$ 9,7 juta dari total keuntungan US$ 19,7 juta sudah kami setor ke pusat. Soal dana itu dinikmati warga Sengkang atau tidak, kami tidak tahu," tegas Paul.

Ke depan, Paul berharap, pajak perusahaanya ke pemerintah pusat betul-betul bisa dinikmati warga Sengkang, tempat beroperasinya PLTG Sengkang (Andi Ahmad)


Selengkapnya...

Bayi Gizi Buruk Dari Pulau Badi Akhirnya Dibawah di Pangkep

Zainuddin: Perawatan dan dipantau sampai 90 hari

Laporan: Sakkar Rauf- Andi Ahmad
Kondisi Bayi yang sementara dirawat di rumah sakit haji Makassar (foto: Andi Ahmad)


Makassar, Liputankota- Kondisi Bayi yang menderita gizi buruk dari Pulau Badi Kecamatan Tuppabiring Kabupaten Pangkep sudah mulai terjadi perubahan dengan berat badan sudah bertambah setelah mendapat perawatan dari dokter yang ada di rumah sakit Haji Makassar.

Tim Dokter yang menilai kondisi bayi tersebut sudah membaik dan bisa pulang, sisa harus mendapat perawatan khusus sampai pemberian susu yang cukup, kata dr. Hasan yang ikut mendampingi Bayi itu selama 7 hari dirawat pada rumah sakit haji Makassar.

Menurut dr. Hasan. bayi ini akan dipindah kan ke rumah sakit umum di Kabupaten Pangkep, agar petugas medis dari Pangkep tidak terlalu jauh untuk memantau dan mengawasi keadaan bayi ini, kedua orang tua Bayi ini sempat juga menolak untuk dibawah di Pangkep namun salah satu keluarga dari orang tua bayi ini membujuk dan akhirnya mereka bersedia dibawah bersama bayinya ke Pangkep, katanya.

Dari pemantauan bisnis kota online di rumah sakit haji kemarin, Tim medis dari Pangkep yang turut menjemput yakni dari Petugas Gizi Dinas Kesehatan Pangkep, Zainuddin, dr. Hasan dan bidan dari pustu Sarappo pulau Badi. Dan pukul 17. 00 wita Bayi gizi buruk ini meninggalkan rumah sakit Haji Makassar menuju ke Pangkep.

Dan menurut petugas gizi dari Dinas Kesehatan Pangkep menjelaskan bahwa setelah bayi ini dibawah di RSU Pangkep selai dirawat sampai sembuh total dan akan dipantau kesehatannya sampai 90 hari lamanya, seperti penderita gizi buruk lainya yang telah ditangani oleh pihak dinas kesehatan Pangkep selama ini, jelas Zainuddin kepada Bisnis Kota Online di RS. Haji kemarin. ( Sakkar Rauf/Andi Ahmad)

Selengkapnya...

Kapolda Bertemu Insan Pers di Makassar Hari Ini

Ketua AJI Makassar Tidak Hadir

Kapolda Sulsel Irjen Pol. Sisno Adiwinoto, bersama Wakil Ketua PWI Sulsel HL. Arumahi, Praktisi Hukum. H. Marwan Mas yang tampil sebagai Pembicara Pada Temu Wicara di Hotel Delta ini.(foto:Zulkifli Malik)

Makassar,Liputankota- Pernyataan Kapolda Sulselbar yang mengundang polemik di kalangan kulitinta di daerah ini, diharapkan bakal berakhir dengaan diadakannya kegiatan rekonsiliasi antara kapolda dan wartawan, yang diadakan oleh manajemen Redaksi Tabloid Komando, Kamis 10 Juli 2008, hari ini


Pertemuan tersebut rencananya akan diadakan di Hotel Delta, Jalan Sultan Hasanuddin Makassar. Tema dari kegiatan ini mengangkat tentang kode etik jurnalistik antara kekuatan dan kelemahan dan akan dihadiri berbagai mas media yang ada di kota ini.

Menurut Ketua Panitia acara tersebut, A. Baso Tenri Gowa, hal ini dilakukan sekaligus melakukan temu wicara antara kelemahan dan kekuatan UU Pokok Pers. Hal inipula dilaksanakan berngkat dari sebuah keinginan untuk merajut silaturahmi antara Kapolda dan wartawan terkait polemik yang selama ini jadi pergunjingan masyarakat.

”Kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut diharap dapat melahirkan kebersamaan dalam membawa bangsa ini maju dan berkembang. Dalam acara itu kami juga mengundang masyarakat pers secara luas, kalangan mahasiswa dan ormas, praktisi pers dan hukum,” papar A. Baso, ditemui di Hotel Delta sebelum acara ini berlangsung Kamis (10/7).

Adapun pembawa makalah pada temu wicara itu, Wakil Ketua PWI Sulsel. Hl. Arumahi, Praktisi Hukum yang diwakili Marwan Mas, SH, MH, dan Kapolda Sulsel Irjen Pol. Sisno Adiwinoto, sekitar 4 jam temu wicara ini berlangsung dan sangat alot seluruh peserta yang didominasi dari wartawan suratkabar dan tabloid mingguan yang ada dikota Makassar.

Kapolda Sulsel pada penjelesannya, masalah delik pers pada pemberitaan tetapmengacu pada aturan yang diberlakukan. Namun ia mengakui, jika sampai saat inibelum ada hukum yang lex specyalist (Khusus), termasuk UU pokok pers No.40 Tahun 1999, dengan mengacu pada penjelasan Pasal 12 UU Pers No.40 Tahun 1999.

“Dalam melakukan penegakan aturan, khususnya pada delik pers, Polisi akan tetapmengacu pada uu pokok pers tersebut. Namun jika terjadi pelanggaran tidak diatur dalam UU itu,maka, sebaiknya mempedomani UU lainnya,: papara Sisno Adiwinoto, di hadapan sejumlah wartawan.

Ditambahkannya, masyarakat dapat saja menggunakan hak untuk melaporkan baik perdata dan pidana,dan polisi sebagai pelayan akan menerima laporan tersebut. Presepsi yang dianggap menyudutkannya untukmengajak masyarakat untuk tidak menggunakan hakjawab dinilai sangatlah keliru.( Zulkifli/Andi Ahmad)
Selengkapnya...

LSI : PDIP Sementara Unggul Dipilkada Gubenur Bali

Denpasar, Liputankota – Pasangan Mangku Pastika-Puspayoga dipastikan LSI (Lembaga Survei Indonesia) memenangkan Pilgub (pemilihan gubernur) Bali 2008. Berdasarkan pemantauan LSI, Rabu (9/7), hingga pukul 14.30 WITA, pasangan calon gubernur ini tercatat meraih dukungan 55,47% suara.

Catatan sementara ini berdasarkan data dari pusat pengendalian survei di Denpasar atas 80% dari 400 TPS yang menjadi obyek survei di berbagai daerah di Bali. Menyusul Mangku-Puspayoga (Pasti-Yoga), pasangan Cagub Cok Budi Suryawan-Nyoman Suweta meraih 26,58%, dan pasangan Winasa-Alit Putra 17,96% suara.

Inilah.com melansir bahwa pasangan Pasti-Yoga yang merupakan jago PDI-P itu, berdasarkan survei memenangi hampir semua kabupaten/kota dengan keunggulan di atas 40%. Sementara Cok Budi Suryawan-Nyoman Suweta (CBS-Suweta) yang diusung sejumlah partai dimotori Partai Golkar yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali, unggul di Kabupaten Gianyar 52%.

Gede Winasa - Alit Putra (Win-AP) yang diusung belasan partai tergabung dalam Koalisi Kebangkitan Bali, unggul 75% di Kabupaten Jembrana. Winasa adalah Bupati Jembrana.

Sementara di Kabupaten Karangasem, Pasti-Yoga unggul tipis 46% dibandingkan CBS-Suweta 40%. Sedangkan Win-AP meraih dukungan 12.31% suara.

Sedangkan hasil hitung cepat sementara yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia dan telah mencapai 98%, mencatat pasangan Pasti-Yoga unggul 56,84%, CBS-Suweta 25,34% dan Win-AP 17,82%.( Wawan/AA. Effendy)



Selengkapnya...

Tiga Kecamatan Kab. Banggai Dilanda Banjir


Jalur Transportasi Palu-Luwuk terputus

Palu, liputankota - Tiga kecamatan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (600 km Timur Kota Palu) dilanda banjir sepanjang hari Rabu (9/7) pagi. Satu orang warga hanyut terbawa luapan air dan hingga semalam belum ditemukan. Banjir dengan ketinggian air mencapai 1-2 meter juga menyebabkan dua jembatan rusak dan mengakibatkan jalur Palu-Luwuk terputus.

Ketiga kecamatan yang dilanda banjir masing-masing Kecamatan Batui, Nuhon, dan Toili. Ada pun jembatan yang putus berada di Kecamatan Nuhon dan Batui. Warga yang hanyut bernama Halim (39). Aco (30) warga Desa Bangketa Kecamatan Nuhon mengatakan tiga desa terparah terendam banjir di Nuhon masing-masing Desa Bangketa, Tobelombang, dan Batuhitam. ''Saya sendiri masih berada di Kecamatan Bunta karena masih sulit tembus ked desa saya,'' katanya.

Wakil Bupati Kabupaten Banggai Musdar M Amin yang dihubungi Rabu malam saat meninjau lokasi banjir mengatakan, petugas Satkorlak Penanggulangan Bencana diterjunkan untuk mencari korban yang hanyut. ''Selain itu juga untuk membantu warga yang ada di lokasi. Hingga kini memang belum ada warga yang mengungsi secara besar-besaran. Tapi sebagian warga yang rumahnya terendam untuk sementara ke rumah warga lain atau keluarga mereka yang lokasinya masih aman,'' kata Musdar, seperti dikutif kompas.com

Menurut Musdar, banjir disebabkan curah hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir. Hujan deras yang turun terus menerus selama tiga hari terakhir menyebabkan beberapa sungai yang mengalir melalui tiga kecamatan ini seperti Sungai Tobelombag, Toili dan Batui, meluap. Air laut yang naik juga membuat ketinggian air bertambah dalam waktu cepat. Wilayah Kabupaten Banggai memang dikeliling perairan yakni Teluk Tolo, Laut Maluku, dan Selat Walea.

Rabu pagi, luapan air yang menerjang tiga kecamatan ini menghanyutkan jembatan di Nuhon tepatnya di Desa Tobelombang dan jembatan di Kecamatan Batui. Putusnya jembatan membuat lalulintas dari Palu dan kabupaten lain seperti Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-Una menuju Luwuk, terganggu.( Tono Sebastian)

Selengkapnya...

PDAM Makassar Masih Berutang Tapi Tetap Membangun

Humas PDAM : Utang PDAM Kota Makassar Rp.85 Miliar



Makassar, Liputankota- PDAM Kota Makassar berencana dalam waktu dekat ini membangun lagi satu instalasi penjernihan air (IPA) di Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. IPA ini dirancang dengan kapasitas 50 liter per detik atau sama dengan kapasitas IPA Ratulangi yang telah berusia puluhan tahun.

Rencana pembangunan IPA tersebut dimaksudkan untuk mengoptimalkan cakupan layanan PDAM Makassar, khususnya di wilayah Kecamatan Biringkana dan sekitarnya.

Humas PDAM Kota Makassar Jufri Sakka mengatakan hal itu di kantornya, Jl Ratulangi, Makassar, Rabu (9/7). "Saat ini jumlah daftar tunggu pemasangan baru mencapai sekitar 20 ribu calon pelanggan. Mereka ini umumnya bermukim di wilayah pinggiran kota," ujarnya.

Mereka yang masuk daftar tunggu itu umumnya bermukim di wilayah utara dan timur kota seperti Kecamatan Biringkayanaya, sebagian Kecamatan Tamalanrea, dan Kecamatan Ujung Tanah.

Menurut Jufri, permintaan 20 ribu sambungan baru itu sulit dipenuhi dalam waktu dekat karena terbatasnya infrastuktur jaringan dan tekanan air. Sesuai target 2008 ini, PDAM Makassar akan menambah sekitar 4.500 sambungan baru.

"Hingga akhir Juni 2008 baru-baru ini, jumlah sambungan baru yang sudah dilayani telah mencapai 2.800 dari total target 2008 sebanyak 4.500 sambungan baru. Insya Allah pada 2009 nanti bisa bertambah. Makanya kami berencana membangun satu lagi IPA di Sudiang," jelas Jufri,seperti dikutif tribun.

Selain rencana pembangunan IPA di Sudiang, PDAM Makassar akan memfungsikan pompa terapung yang saat ini telah terpasang pada DAM Bili-Bili dengan kapasitas 500 liter perdetik. Selain itu juga berencana memasang Buster Pump di wilayah Ujungpandang Baru.

Menurut Jufri Sakka, rencana-rencana tersebut merupakan bagian dari rencana perusahaan (corporate plan) 2008-2012 yang disyaratkan dari Rakernas DPP Perpamsi di Jakarta agar PDAM yang memiliki utang bisa dihapuskan denda dan bunga utangnya.
Saat ini PDAM Makassar masih memiliki utang sebesar Rp 85 miliar.

Guna melunasi utangnya itu, Jufri mengaku, selama dua tahun terakhir PDAM Makassar telah melakukan sistem pengolahan anggaran berbasis kinerja alias pengeluaran yang dikeluarkan harus terukur dan terencana penggunaannya.

Selain itu pihaknya juga sedang menggenjot pendapatan PDAM dengan cara penekanan tingkat kebocoran air serta memaksimalkan kemudahan pelayanan pembayaran rekening air bagi pelanggan.

"Saat ini kita tak hanya membuka loket pembayaran rekening air di kantor-kantor unit PDAM yang ada di setiap kecamatan. Sejak Mei lalu, pembayaran rekening air sudah bisa dilakukan di 14 kantor pos yang ada di Makassar," jelasnya.(Andi Ahmad)

Selengkapnya...

Pengamat Unhas: Program Pendidikan Dan Kesehatan Gratis Hanya Wacana

LSM di Makassar Menilai Program Ini Belum Terlaksana

Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel

Makassar, Liputankota - Tiga bulan kepemimpinan pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel dinilai belum memperlihatkan action yang nyata di masyarakat

Pasangan ini lebih banyak melakukan konsolidasi internal untuk memperkokoh posisinya.

Salah satu indikasinya adalah dengan melakukan serangkaian mutasi pejabat di lingkungan Pemprov Sulsel.

Pengamat dari Universitas Hasanuddin, Dr Muhammad Yakub, Rabu (9/7), mengatakan, masyarkat Sulsel belum melihat adanya tindakan nyata dari pasangan Syahrul-Agus di lapangan selain dari wacana dan rencana.

"Masyarakat butuh realisasi janji pasangan ini pada saat kampanye lalu. Sudah saatnya Syahrul-Agus terlepas dari wacana-wacana dan janji-janji," kata dosen Ilmu Pemerintahan Fisip Unhas ini, seperti dikutif tribun.

salah satu program unggulan yang ditunggu realisasinya di lapangan adalah pendidikan dan kesehatan gratis.

Kesehatan gratis belum berlaku di rumah sakit

Salah satu Program unggulan dari Pasangan Gubernur dan wakil Gubernur Sulsel ini saat kampanye dulu yakni pelayanan kesehatan gratis, namun terbukti setelah pasangan ini dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel pernah mengeluarkan pernyataannya bahwa kesehatan gratis dapat terlaksana pada tahun 2013,jadi hal ini bila disimak program ini hanya janji belaka, sampai diterapkan program 100 hari untuk melaksanakan program ini, tapi saat ini masih banyak rumah sakit yang sangat mempersulit pasiennya dari kalangan warga miskin dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, kata Ketua Lemkira ( Lembaga Monitoring Kinerja Aparatur Negara) Sulsel. Rizal Noma kepada Bisnis Kota Online, Rabu (9/7) di Makassar.

Menurut Rizal Noma semestinya memang Gubernur Sulsel, memberikan pemantauan setiap rumah sakit yang ada di Sulawesi Selatan, dan memberikan sanksi kepada aparat yang ada pada rumah sakit itu yang dapat mempersulit warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dan diharapkan program Gubernur Sulsel yakni pendidikan dan kesehatan gratis terjadi di Sulsel jangan hanya sebuah wacana dan janji-janji belaka, jelasnya. (Andi Ahmad)

Selengkapnya...

Menkes RI Turut Prihatin Nasib Noor

Laporan: darwis Katureng- Balikpapan
Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari

Balikpapan, Liputankota - Penyakit aneh yang diderita Noorsyaidah akhirnya juga menarik perhatian Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari. Menkes mengaku sangat prihatin terhadap Noorsyaidah yang harus menahan sakit karena dari tubuhnya keluar ratusan batang kawat selama 17 tahun terakhir.

Menkes berjanji akan membantu Noorsyaidah agar bisa sembuh dari penyakit langka itu. "Saya pasti tindaklanjuti. Habis ini saya akan hubungi orang di Kaltim untuk menindaklanjuti. Saya juga ingin tahu apa sebenarnya yang dialami ibu itu," kata Siti, Selasa (8/7), seperti dikutif tribunkaltim.

Siti mengaku belum mengetahui secara pasti karena tidak mendapat laporan dari pejabat pemerintahan terkait di Kaltim. Karena itu, terhadap fenomena itu, Siti mengaku belum berani berkomentar banyak. Meski ia juga seorang dokter, Siti tidak bisa menjelaskan secara medis apa yang dialami Noosyaidah. Ia hanya meminta agar Noorsyaidah kembali dibawa ke dokter. "Dokter bilang sakit apa? Belum pernah dibawa ke dokter kali, cepat bawa ke rumah sakit," katanya.

Tidak hanya itu, Siti yang masih penasaran juga meminta Tribun untuk mengirimkan SMS yang berisi nama dan alamat lengkap Noorsyaidah ke ponselnya. "Nanti saya lihat beritanya di online. Tapi saya minta tolong kirimkan nama dan alamat lengkapnya ibu itu di Samarinda ya. Nanti akan saya tindaklanjuti," katanya.

Senada dengan Menkes, Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Tarmizi Abdul Karim merasa kasihan dengan nasib Noorsyaidah. Ia bahkan akan melihat langsung kondisi warga yang kini tinggal di

Jl Merdeka III, Samarinda Ilir itu. Saya belum tahu kapan jadwal pastinya, tapi saya memang harus melihatnya langsung kondisi dia (Noorsyaidah, red) karena saya secara pribadi sangat kasihan melihatnya yang harus menderita dengan penyakit aneh seperti itu," kata Tarmizi, kemarin.

Selain ingin melihat langsung, Pj Gubernur yang baru menjabat selama kurang lebih enam hari ini akan segera melakukkan koordinasi dengan instansi terkait yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, untuk segera mengambil langkah-langkah yang dapat memberikan kesembuhan kepada Noorsyaidah

"Penyakit yang diderita Ibu Noor itu memang harus segera dicarikan solusi penyembuhannya, tak bisa dibiarkan seperti itu. Mudah-mudahan besok (hari ini, red) saya sudah bisa langsung berkoordinasi dengan Dinkes, dan tidak perlu menunggu saya harus melihat langsung, tapi bagaimana Dinkes bisa bertindak cepat mengatasinya," ujarnya.

Apakah akan ada bantuan khusus buat Noor, misalnya perobatan? Tarmizi belum bisa mengomentarinya, karena menurut dia, semua harus melalui koordinasi dengan instansi-instansi terkait. "Secepatnya pasti ada bantuan buat Ibu Noor itu, bahwa bentuknya apa, itu masih menunggu hasil koordinasi saya, termasuk bagaimana nantinya setelah saya melihat langsung kondisinya," terangnya.

Di kesempatan terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Syahranie (RSU AWS), dr Ajie Syirafuddin mengaku cukup dibuat heran dengan penyakit yang diderita Noorsyaidah. Bahkan secara medis pun, Ajie mengaku tak bisa mengategorikan penyakit itu pada jenis apa.

"Dalam ilmu kedokteran yang saya pelajari selama ini, jenis penyakitnya memang aneh dan mungkin saja langka bukan hanya di Indonesia tapi di dunia," ujarnya.

Sebagai dokter dan pimpinan dari rumah sakit utama di Kaltim, Ajie merasa tertantang untuk bisa menyembuhkan Noor dari penyakit yang dideritanya itu. Menurutnya, RSU AWS siap memberikan pelayanan khusus.

"Kami akan bentuk tim khusus yang terdiri dari dokter bedah spesialis, ahli kulit dan sebagainya. Kemudian RSU AW Syahranie cukup memiliki alat yang canggih untuk melalukan operasi. Yang jelas kami ingin Ibu Noor sembuh dan dapat menikmati kehidupan normal seperti orang lain," ujarnya dengan tegas.

Menurutnya, RSU AW Syahranie juga akan mendatangkan dokter-dokter ahli dari Jawa dan luar negeri, karena selain untuk kesembuhan Noor, penyakit aneh dan tidak adanya dalam dunia kedokteran itu cukup menyita perhatian khusus.

"Semua pasti kami lakukan. Termasuk kalau diperlukan kami akan melakukan kerjasama dengan tokoh-tokoh supranatural, dan hal itu wajar dan sah-sah saja dilakukan demi kesembuhan pasien yang dirawat," tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, pihak keluarga Noorsyaidah menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas perhatian semua pihak, khususnya kepada RSU AW Syahranie yang siap memberikan pelayanan khusus. "Buat kami saat ini adalah bagaimana Ibu Noor sembuh dan hidup seperti halnya orang-orang," kata Risca, keponakan Noorsyaidah.(Darwis Katureng)


Selengkapnya...

2008 Terjadi 13 Kasus Gizi Buruk di Pangkep, Program Dinas Kesehatan Jalan Ditempat

Laporan: Sakkar Rauf ( bagian 5)
Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr.Indriyati Latief diruang kerjanya (foto: Sakkar rauf)

Pangkep, Liputankota-Pelayanan kesehatan kepada warga yang ada dipulau-pulau dalam wilayah kabupaten Pangkep sangat mendapatkan hambatan yang sangat besar , dari segi ketersedianya petugas medis baik dari dokter maupun perawat dan bidang jumlahnya sangat kecil, seperti yang terjadi dipulau Badi (Sarappo) Kecamatan Tuppabiring yang hanya memiliki dua Dokter dari dua puskesmas pembantu yang berada di ibukota kecamatan saja, adapun para petugas medis dari perawat dan bidang desa hanya 9 orang yang terbagi dari 7 bidang (Pegawai Negeri Sipil) PNS dan 2 dari PTT ( Pegawai Tidak Tetap), itupun dalam bertugas secara bergantian, kata salah satu Petugas Medis dari Pulau Badi.

Hal ini menyebabkan pelayanan dan penyuluhan kesehatan tidak bisa dilaksanakan secara maksimal pada wilayah pulau-pulau tersebut, dan lebih parah lagi bila terjadi keadaan alam yang tidak bersahabat seperti pada musim hujan dimana ombak laut sangat tinggi dan inilah adalah kendala besar bagi kami sejumlah petugas medis yang ada dipulau-pulau terpaksa tidak bisa sampai ketempat tugas dipulau itu.

“ Adapun hambatan lain masalah transportasi yang juga sangat terbatas untuk dapat dipakai bila menyebrangi kepulau-pulau, karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak menyediakan alat transportasi laut seperti perahu maupun kapal kecil,” jelas dr. Hasan salah satu Dokter dipuskesmas pembantu Sarappo pulau Badi.

Kepala Dinas Kesehatan Pangkep. Dr Indriyati Latief mengatakan dari kendala yang dapat menghambat tugas para medis dan perawat yang ada dipulau-pulau terutama masalah transportasi laut, maka untuk tahun 2008 dan 2009 ini Pemkab Pangkep melakukan pengadaan 2 buah Kapal fiber yang bisa menampung sekitar 12 orang penumpang dan dilengkapi alat kesehatan yang menyerupai mobil puskesmas keliling didaratan, katanya kepada bisnis kota online diruang kerjanya, Selasa (7/7) di Pangkajene.

Menurut dr.Indri dari hambatan yang lain dalam melayani warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, itu sangat tergantung juga dengan jumlah tenaga medis yang ditempatkan di daerah itu seperti dipulau-pulau khususnya, maka Pemkab Pangkep untuk penerimaan pegawai diperioritaskan untuk ditempatkan diwilayah pulau-pulau, karena selama ini setiap kali penerimaan pegawai kurang sekali jatah untuk perawat dan bidan yang nantinya akan mengabdi melayani warga yang ada di pulau, paparnya.

Dari segi dana yang diperuntukkan pada lingkup Dinas Kesehatan, pada tahun 2008 ini menganggarkan sebesar Rp. 52 miliar selama satu tahun, dan inipun dibagi menjadi dua yaitu pelayanan kesehatan sebesar Rp.28,6 miliar, sedangkan anggaran gaji pegawai sebesar Rp23,5 miliar dengan jumlah pegawai 723 orang, ucap mantan Direktur RS Umum Pangkep.

Disisi lain, Petugas Gizi Dinas Kesehatan Pangkep, menjelaskan bahwa selama ini kurang dari tujuh bulan yakni dari bulan Januari telah terjadi gizi buruk sebanyak 13 kasus yang ditangani pada rumah sakit umum Pangkep, dan satu yakni yang terjadi pada bayi pasangan Saiful dan Singara yang sekarang masih mendapat perawatan di rumah sakit haji Makassar. Dan sampai saat ini dari 12 kasus yang ditangani sementara terus dipantau sampai tiga bulan setelah keluar dari rumah sakit, dan diberikan bantuan pemberian susu dan makanan tambahan, paparnya kepada Bisnis Kota Online saat mendampingi Kadis Kesehatan Pangkep diruang kerjanya.

Namun menurut Anggota DPRD Pangkep. Andi Alfian dari Komisi Dua mengakunya anggaran untuk di Dinas Kesehatan untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin yakni sebesar 93 juta, dengan perincian untuk pelayanan operasi katarak sebesar Rp 50 juta, sunnatan massal sebesar Rp.13 juta, penanggulangan penyakit cacingan sebesar Rp. 15 juta, dan pelayanan kesehatan terhadap gizi buruk sebesar Rp. 13 juta , katanya.
Anggota DPRD Kab, Pangkep. Ir. Hasanuddi dari PKS (foto: Andi Ahmad)



Diminta Bawasda Periksa Dinas Kesehatan Pangkep

Ditambahkan pula oleh Anggota DPRD dari PKS Ir. Hasanuddin sangat prihatin melihat kondisi bayi itu yang menderita gizi buruk, semestinya kinerja pada penyuluh kesehatan yang ada dipulau-pulau harus semakin ditingkatkan dan anggarannya harus lebih besar lagi, tambahnya.

“ Jangan nanti terjadi gizi buruk ditengah-tengah warga, seperti dipulau Badi.
Permasalahan ini terungkap dan diberitakan media ini, baru semua petugas kesehatan dari pangkep kalang kabut, dan mencari keberadaan bayi yang menderita gizi buruk yang telah dibawa orang tuanya di rumah sakit di Kota Makassar,” tegas Hasanuddin politisi dari PKS ( Partai Keadilan Sejahtera).

Hasanuddin menambahkan bila perlu pemakaian dana yang diperuntukkan untuk pelayanan gizi buruk selama ini yang dikelolah langsung Dinas Kesehatan Kab. Pangkep sangat perlu Bawasda Kab. Pangkep maupun yang ada diprovinsi sulsel untuk memeriksa perihal penggunaannya selama ini, karena kasus penderita gizi buruk di kabupaten Pangkep terus bertambah.

LSM Makassar Nilai Program Dinas Kesehatan Jalan Ditempat

Dari Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) di Makassar sangat prihatin menilai kinerja aparat dari Dinas Kesehatan Pangkep tidak bisa berbuat apa-apa dalam memberikan pelayanan kepada warga yang ada di pulau, karena terbukti dari sejumlah kasus gizi buruk di kab. Pangkep selalu saja bertambah, kata Koordinator NGO Pemantau kinerja Aparat Pemerintah Sulsel. Rizal Noma di Makassar, Selasa (7/7).

Menurut Ketua Lemkira (Lembaga Mononitoring Kinerja Aparatur Negara ) Sulsel. Rizal Noma, bila melihat dari kasus gizi buruk yang terjadi dari bulan Januari sampai Juli yang sampai berjumlah 13 Kasus, itu membuktikan bahwa kinerja Aparat Kesehatan maupun program kerja Dinas Kesehatan di Kabupaten Pangkep hanya jalan ditempat, dan ini tidak bisa dianggap enteng, karena sangat menyentuh rakyat kecil terutama pada bidang kesehatan yang juga merupakan Program Gubernur Sulsel dan semestinya setiap kabupaten diprovinsi ini sangat mendukung program ini, dan hal ini Bupati Pangkep harus memberikan Sanksi kepada Kepala Dinas Kesehatan Pangkep yang sangat bertanggung jawab pada permasalahan ini, tegasnya.

Sementara itu media ini ingin konfirmasikan kepada Gubernur Sulsel tadi malam, bisnis kota online mencoba menghubungi kepala Biro Humas dan Protokol, H. Jufri Rahman dijawab lewat sms, mengatakan “terima kasih atas informasinya, dan ingatkan saya besok”, katanya.( Sakkar Rauf/ Andi Ahmad)

Dan bagaimana tanggapan dari Gubernur Sulsel dengan kasus ini yang menimpah kabupaten Pangkep ? baca berita selanjutnya pada bagian 6 (bersambung)




Selengkapnya...

Gubernur Sulsel Netral Dalam Pilwakot di Makassar

Gubernur Sulsel H. Syahrul YL, dan Ibu Ayunsri Harahap disuatu acara di Pangkep ( foto: Andi Ahmad)


Makassar, Liputankota - Untuk yang kesekian kalinya, Gubernur Syahrul Yasin Limpo, menyatakan tetap netral di Pemilu Wali Kota Makassar dan akan mengakomodir semua kandidat. Hanya saja ia menegaskan tidak akan mungkin berseberangan dengan Adil Patu, kandidat Wakil Wali Kota Makassar yang berpasangan dengan Idris Manggabarani.

Adil Patu dinilai sebagai orang yang berjasa atas kemenangan Syahrul-Agus di Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur 2007 lalu. Adil yang juga Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Kota Makassar selalu mendampingi Syahrul saat berkampanye dan mengunjungi konstituennya di daerah.

"Selama ini saya merasa masih netral. Semua kandidat saya akomodir. Sebagai gubernur saya memang harus netral," kata Syahrul di Makassar, Selasa (8/7). Ia menambahkan bahwa kesan yang menyebutkan bahwa dirinya lebih banyak mengakomodir Idris-Adil, tidak benar, seperti dikutif tribun.

Senin (6/8) malam lalu, tim pemenangan Idris-Adil mengaku diundang khusus oleh Syahrul untuk menghadiri acara Dzikir dan Doa yang dirangkaikan dengan perayaan hari ulang tahun ke-48 Ayunsri Harahap, istri Syahrul di Gubernuran.

Menurut tim Idial, pasangan itu memang sengaja diundang untuk menghadiri acara yang juga dihadiri oleh ustazah Neno Warisman. Pihak protokol juga mengatakan bahwa hanya Idris-Adil yang diundang. Namun hal ini dibantah Syahrul. Menurutnya, dalam acara tersebut, tidak ada undangan. Semua tim, pasangan bisa saja hadir karena acaranya bersifat terbuka.(Andi Ahmad)


Selengkapnya...

Rini Tegang sebelum Sabet Emas

Rini Budiarti meraih emas PON XVII/2008

Samarinda, Liputankota-Emas pertama Kalimantan Timur dari cabang olahraga (cabor) atletik berasal dari nomor 800 meter putri. Rini Budiarti meraih emas PON XVII/2008 nomor tersebut setelah menorehkan catatan waktu 02:08:19. Rini lebih cepat dibanding sang pemegang rekor nasional 800 meter Esther Sumah asal Jawa Timur.

Rini mengaku sangat tegang sebelum turun di nomor spesialis Eshter. Pasalnya, spesialisasi Rini adalah 1.500 meter dan 3.000 meter. Esther pun terlihat sangat kuat bagi peraih perak SEA Games 2007 tersebut. "Tapi saya sangat ingin menang. Selagi berlari, saya memacu diri (mengatakan) harus menang ... harus menang ...," tutur Rini.

Dan benar, sejak pistol start diletuskan, Rini terus memimpin. Esther membayangi dari belakang. Esther sempat mengurangi jarak dan mencoba menyusul Rini. Keduanya pun bersaing di barisan paling depan. Tapi seperti yang dikatakan Rini, ia ingin sekali menang. Dan, Rini pun finis lebih dulu. Esther menyusul dengan catatan waktu 02:09:23.

"Saya sangat tegang sebelum bertanding. Soalnya ini bukan nomor spesialis saya. Saya biasanya turun di nomor 1.500 meter, 3.000 meter atau 10.000 meter. Baru kali ini saya ikut 800 meter. Tapi berkat latihan-latihan selama ini saya yakin bisa bersaing," tutur Rini.

Emas yang diraih Rini bukan satu-satunya yang dipetik Kaltim di cabor atletik. Sprinter Putri Dessy Sumigar meraih emas nomor 200 meter. Peluang besar sejatinya juga dimiliki peloncat galah Kaltim Sundari. Sayang, Sundari cuma meraih perak.

Peraih emas SEA Games 2007 Thailand Yahuza juga nyaris menyabet emas. Tapi, ia dikalahkan Jauhari Johan di nomor 5.000 meter putra. Yahuza harus puas menempati posisi kedua.(Darwis Katureng)


Selengkapnya...

Ditreskrim Polda Sulselbar Selidiki Kasus BI



Makassar, Liputankota - Direktorat Reserse dan Kriminal (Ditreskrim) Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar ikut menyelidiki kasus kematian staf akunting Kantor Bank Indonesia (KBI) Makassar, Ny Djaniba Werang (50). Sejumlah penyidik dari ditreskrim dipimpin langsung Dirreksrim Kombes Pol Sobri Effendy mendatangi Polwiltabes Makassar, Selasa (8/7) siang.

Sobri bersama timnya mengikuti gelar perkara yang diikuti oleh Kasat Reskrim Polwiltabes Makassar AKBP Mansjur, Kasat Reskrim Polresta Makassar Barat AKP Ronald Sumigar, Kanit Idik Tindak Polwiltabes AKP Rafiuddin, dan sejumlah penyidik lainnya.
Gelar perkara tersebut dilakukan di ruangan Mansjur dan berlangsung sekitar dua jam. Di luar ruangan juga terlihat sejumlah aparat polda, polwiltabes, dan Polresta Makassar Barat.

Tim Unit Olah TKP Polresta Makassar Barat juga terlihat bersiaga di polwil. Seorang anggota dari Polresta Makassar Barat mengatakan, mereka hanya diminta untuk berkumpul di polwil terkait dengan penyelidikan kasus kematian Djaniba.

Usai melakukan gelar perkara, Sobri menemui Kapolwiltabes Makassar Kombes Burhanuddin Andi di ruangan kerjanya. Sobri datang untuk melaporkan hasil gelar perkara tersebut.

Pertemuan dengan Burhanuddin berlangsung sekitar 15 menit. Kasus kematian Djaniba yang ditemukan terluka di bawah lift bagian selatan KBI Makassar masih misterius.

Periksa CCTV

Penyidik Satreskrim Polwiltabes Makassar juga telah menyita rekaman CCTV Bank Indonesia (BI) Makassar. Selain memeriksa rekaman tersebut, penyidik juga telah meminta keterangan pengawas CCTV BI sebagai saksi.

Kapolwiltabe mengatakan bahwa rekaman CCTV tidak ada yang terpasang di lift atau di lokasi Djaniba ditemukan.

"Jadi CCTV itu hanya terpasang di bagian luar dan di area pengambilan uang. Rekaman tersebut telah kami ambil," katanya.

Djaniba ditemukan terluka oleh keluarga, pengamanan BI, dan aparat kepolisian di bawah lift BI Makassar, Sabtu dini hari pekan lalu. Pihak keluarga mencari karena hingga Jumat tengah malam, Djaniba belum juga pulang ke rumahnya.

Setelah tiga hari menjalani perawatan di Rumah Sakit Akademis sejak ditemukan terluka di kantornya, Djaniba akhirnya menghembuskan nafas terakhir Senin (7/7) tengah malam. Kemarin pagi, jenazah Djaniba diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara.
Hasil autopsi jenazah staf akunting BI Makassar Djaniba dipastikan akan diumumkan hari ini.

"Autopsi sudah dilakukan dan mudah-mudahan akan menjawab bagaimana luka yang dialami beliau apakah karena kecelakaan atau ada unsur penganiyaan. Kalau ada tindak pidana tentu tidak kita biarkan," kata mantan Kapolwil Parepare ini.

Burhanuddin juga menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada pihak keluarga. "Percayakan penyelidikan kepada polisi, sekali lagi saya tidak akan biarkan jika ada unsur pidana," tegas perwira asal Sulsel ini.

Tulang Putus

Seorang petugas medis di rumah sakit Bhayangkara yang enggan disebut namanya yang ikut melakukan autopsi menuturkan bahwa terjadi fraktur di bagian rusuk korban. Flaktur adalah istilah medis yang berarti rusaknya atau terputusnya kontinuitas tulang.

Masih menurut sumber tersebut, selain terjadi fraktur juga adanya pendarahan di otak korban. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pembedahan.

Salah seorang keluarga dekat korban yang hadir di rumah duka Jl M Yamin Makassar menuturkan bahwa di bagian tubuh korban juga ada luka gores seperti bekas dicakar.
Usai menjalani autopsi, jenazah Djaniba kemudian dibawa ke rumah duka untuk disalatkan di masjid, kemudian dimakamkan di Sudiang Kecamatan Biringkanaya Makassar.

Bank Indonesia Berduka

Pihak BI Makassar menegaskan siap untuk membantu aparat kepolisian terkait penyelidikan kematian Djaniba.

Koordinator Humas BI Makassar Widodo Cahyono mengatakan hal itu kepada wartawan di KBI Makassar, kemarin.

Menurutnya, pihak BI juga merasakan duka yang mendalam atas kematian Djaniba."Saat hari Jumat sebelum ditemukan, aktivitas beliau di kantor normal dan kami siap membantu dan bekerja sama dengan aparat kepolisian yang ingin menyelidiki kasus ini hingga jelas. Beliau sudah 26 tahun di sini dan sudah seperti keluarga," katanya.

Pihak keluarga meminta kepada pihak kepolisian dan rumah sakit yang melakukan autopsi agar profesional menangani dan menyelidiki kasus tersebut.

"Pihak BI sudah mengatakan akan menanggung semua biaya rumah sakit. Kami minta polisi, rumah sakit dan pihak BI untuk dapat bekerja sama secara profesional dalam menyelidiki untuk mengetahui kejadian sebenarnya," kata Said, adik ipar Djaniba.

Ahli Lift Bantu Penyelidikan

Selain hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara yang rencananya keluar hari ini, pihak kepolisian juga akan meminta bantuan ahli atau orang yang memahami seluk-beluk lift. Teka-teki proses jatuhnya korban persis di bawah lift diharapkan diketahui dari keterangan ahli tersebut.

Kapolwiltabes Makassar Kombes Pol Burhanuddin Andi menurutnya, orang yang mengerti mekanisme kerja lift diharapkan ikut membantu penyelidikan.
"CCTV kami telah ambil dan kita juga tunggu hasil visumnya. Kami juga akan meminta bantuan yang ahli lift untuk mendukung upaya penyelidikan kami," katanya. seperti dikutif tribun.

Menurut mantan Dirsamapta Poldan Naggroe Aceh Darussalam (NAD) ini, posisi jatuh korban yang persis di bawah lift itulah yang masih menyisakan tanda tanya besar.
"Yang aneh karena dia ditemukan di bawah lift yang kalau berdasarkan pemikiran orang awam itu sangat mustahil. Tentu yang tahu itu adalah orang yang ahli, apakah mungkin orang bisa terjatuh dengan posisi seperti itu," lanjutnya.( Irwan H. Idris /Andi Ahmad


Selengkapnya...

Sengketa Pilkada Sinjai Disidangkan

Laporan: Andi Ahmad-Makassar
Bupati Sinjai A.Rudiyanto Asapa memperlihatkan jarinya setelah dicelup ditinta pada pencoplosan di salah satu TPS pada Pilkada baru-baru ini. (foto: Saldi rani)


Makassar, Liputankota- Sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sinjai 2008 digelar oleh Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (7/7). Sidang berlangsung seharian. Majelis hakim sidang kasus ini terdiri lima hakim tinggi yang diketuai Chasyani Tanjung.

Pada sidang sengketa tersebut bertindak sebagai pemohon adalah kuasa hukum Sabirin Yahya- Mancu A Baso. Sedangan termohon atau tergugat adalah KPU Sinjai, terkait keberatan terhadap Surat Keputusan Penetapan KPU Sinjai No 29/KPU-SIN/VI/2008 tertanggal 22 Juni 2008.

SK KPU Sinjai itu terkait penetapan pasangan calon Rudiyanto Asapa-Massalinri Latief sebagai duet yang memenangkan Pilkada Sinjai 2008 lalu.

Dalam gugatannya, pemohon mengklaim bahwa telah banyak terjadi penyimpangan dan pelanggaran yang dilakukan KPU dan tim pasangan Rudi-Massalinri, baik pra pencoblosan, maupun saat pencoblosan,seperti dikutif tribun.

Di antaranya sekitar 53 ribu warga Sinjai tidak bisa mencoblos. Padahal sekitar 23 ribu di antaranya adalah pendukung Sabirin-Manchu. Mereka ada yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap. Ada juga yang terdaftar di DPT, namun tak diberi surat undangan mencoblos.

Selain itu juga adanya dugaan mobilisasi massa dari Jeneponto ke Sinjai Utara yang teridentifikasi sebanyak 295 orang. Juga adanya praktik money politik yang dilakukan oknum camat dan kepala dinas Pemkab Sinjai. Serta beberapa pelanggaran lainnya.

Pada Pilkada Sinjai lalu, Rudianto-Massalinri memperoleh dukungan 71.697 suara. Sedangkan Sabirin-Manchu mendapat dukungan 49.532 suara.

Kuasa hukum Rudiyanto-Massalinri, Mappinawang cs, menilai gugatan pemohon itu sebagai salah alamat karena bahan gugatannya itu merupakan kewenangan panwas.

Mengenai data pemilih, menurut mantan Ketua KPU Sulsel itu, hanya asumsi dari tim pemohon saja. Sidang kasus ini masih berlangsung hari ini.(Andi Ahmad)

Selengkapnya...

Hanya 34 Parpol Yang Resmi Jadi Peserta Pemilu 2009

Laporan: Wawan-Jakarta
Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dalam jumpa pers di Gedung KPU, Senin (7/7) malam


Jakarta, Liputankota-KPU menetapkan sebanyak 34 Parpol akan menjadi peserta Pemilu 2009. Ke-34 parpol ini lolos verifikasi faktual yang dilakukan KPU di tingkat pusat hingga kabupaten/kota.

Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dalam jumpa pers di Gedung KPU, Senin (7/7) malam menjelaskan, 34 parpol tersebut ditetapkan menjadi peserta Pemilu 2009 berdasarkan berita acara KPU No 43/15-BA-VII/2008 tentang veifikasi faktual.

"Kami telah melakukan verifikasi parpol di 35 kepengurusan dari tingkat dewan pimpinan pusat (DPP), tingkat provinsi, kabupaten dan kota," ujar Hafiz.

Inilah,com melansir bahwa verifikasi faktual itu meliputi ketua umum, sekjen, bendahara, sekretariat parpol di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, pemenuhan keterwakilan perempuan sejumlah 30 persen dalam pengurus harian di tingkat pimpinan pusat, dan keanggotaaan 1000 atau 1/1000 orang di tingkat kabupaten/kota.

34 Parpol yang lolos terdiri dari 16 parpol yang berhak menjadi peserta Pemilu 2009 berdasarkan UU 10/2008 tentang Pemilu dan 18 parpol baru.(Wawan/AA.effendy)

Inilah daftar parpol peserta Pemilu 2009 yang diumumkan Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, Senin (7/7) malam.


Parpol yang lolos berdasarkan UU 10/2008 tentang Pemilu:

1 PAN
2 PBR
3 PBB
4 PDS
5 PDIP
6 PKS
7 Partai Demokrat
8 Partai Golkar
9 PKB
10 PPP
11 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
12 Partai Demokrasi Kebangsaan
13 PNI Marhaenisme
14 Partai pelopor
15 Partai Penegak Demokrasi Indonesia
16 Partai Karya Peduli Bangsa
Parpol yang lolos berdasarkan verifikasi faktual

1 Partai Barisan Nasional
2 Partai Demokrasi Pembaruan
3 Partai Gerakan Indonesia Raya
4 Partai Hanura
5 Partai Indonesia Sejahtera
6 Partai Karya perjuangan
7 Partai Kasih Demokrasi Indonesia
8 Partai Kebangkitan Nasional Ulama
9 Partai Kedaulatan
10 Partai Matahari Bangsa
11 PNBK
12 Partai Patriot
13 Partai Peduli Rakyat
14 Partai Pemuda Indonesia
15 Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
16 Partai Perjuangan Indonesia Baru
17 Partai persatuan Daerah
18 Partai Republik Nusantara.
(data dari KPU Pusat diurut sesuai abjad)

Selengkapnya...

Kondisi Bayi Gizi Buruk Masih Lemah, Wakil Ketua DPRD Pangkep Besuk

Perawat RS. Haji: Bayi Tersebut Murni Menderita Gizi Buruk

Laporan : Sakkar Rauf dan Andi Ahmad (bagian 4)

Wakil Ketua DPRD Kab. Pangkep. H. Abd Muis yang membesuk bayi gizi buruk di rumah sakit Haji Makassar. (foto: Andi Ahmad)

Makassar, Liputankota- Setelah menjalani perawatan selama 4 hari di rumah sakit haji Makassar, kondisi Bayi yang menderita gizi buruk dari pulau Badi masih lemah, walaupun sudah dimasukkan cair infus sebanyak tujuh botol dan telah diberikan minum susu formula dan obat-obatan dari dokter yang merawat, namun perlu diketahui karena pada hari pertama masuk rumah sakit ini memang keadaan dan bentuk tubuh bayi ini sangat kecil yang hanya mempunyai berat 1 kg dan ini memang berat badan tidak normal dengan usia 20 hari setelah dilahirkan, kata Ilham, petugas perawatan anak yang sedang piket dibangsal itu.

Menurut Ilham adapun kalau dilihat dan setelah diperiksa bayi tersebut dinyatakan murni menderita penyakit gizi buruk dan sangat perlu mendapat perhatian khusus dan perawatan yang lebih intensif, paparnya.

Hal itu membuat pihak keluarga bayi tersebut sangat ibah melihat keadaan anak dari pasangan Saiful dan Singara selama masa perawatan hanya terjadi perubahan sangat minim, dan menghendaki kepada pihak pemerintah Kabupaten Pangkep dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk bisa memindahkan bayi tersebut kepangkep untuk mendapat perawatan yang lebih akurat, jelas Daeng Saibo, kepada Bisnis Kota Online, Senin (7/7).di Makassar.

Mengenai perhatian dari Pemkab Pangkep, menurut Daeng Saibo, sangat salut dan begitu tanggap dan perhatian terhadap terjadinya gizi buruk diwilayah kabupaten Pangkep ini, buktinya Bupati Pangkep setelah mengetahui ada warganya yang menderita gizi buruk pada pemberitaan media ini, dengan cepat menugaskan para aparat di dinas kesehatan Pangkep untuk melihat secara langsung warga tersebut dan sekaligus menugaskan kepala dinasnya memberikan bantuan biaya pengobatan yang telah diserahkan kepada kami sehari setelah kejadian itu diketahui, jelas Sibo.

Keluarga Penderita Gizi Buruk Sempat Kecewa.

“ Namun ada hal yang keluarga pihak dari bayi tersebut merasa sangat kecewa dengan perlakuan dan pelayanan tenaga medis yang bertugas dipulau Kecamatan Tuppabiring, yakni dr. Hasan, dimana kami sering menghubungi lewat telepon selularnya tapi tidak dijawab, pada saat pertama bayi ini akan dibawa ke Makassar untuk mendapat perawatan dan hanya bisa dibantu oleh bidang desa saat itu yang sementara bertugas dipulau Badi,”tegas Daeng Saibo.

Anggota DPRD Kab. Pangkep Dari PAN Serahkan Bantuan

Setelah Kepala Dinas Kesehatan Pangkep mewakili Bupati memberikan bantuan biaya pengobatan, sebanyak Rp.1,5 juta, kini Wakil Ketua DPRD Kab.Pangkep. H. Abd Muis politisi dari PAN membesuk dan melihat secara langsung kondisi bayi tersebut dan sekaligus menyerahkan bantuan biaya pengobatan juga.

“ Kami sebagai wakil rakyat dari (Partai Amanat Nasional) PAN sangat prihatin melihat kondisi bayi yang masih diinfus yang sementara digendong ibunya, dan sangat mengharapkan supaya bayi tersebut dibawa ke rumah sakit di Pangkep untuk mendapat perawatan yang memadai, dan bila perlu semua masalah biaya selama perawatan di rumah sakit haji Makassar ditanggung oleh Pemkab Pangkep, dan hal ini nanti sampaikan Bapak Bupati untuk menindak lanjuti hal ini,tapi setelah politisi dari PAN ini melihat secara langsung keadaan bayi ini menapisnya bahwa bayi pasangan Saiful dan Singara bukan terkena gizi buruk namun karena kena penyakit diare dan kekurangan cairan serta tidak mendapatkan susu yang cukup dari ibunya “ ucap H.Abd. Muis yang didampingi istrinya.

Ketua DPD PAN Kab. Pangkep ini menjelaskan bahwa Bupati Pangkep dan Pemkab Pangkep secara umum sangat memperhatikan dan peduli pada pelayanan kesehatan kepada warga, utamanya masalah terjadinya gizi buruk didaerah penghasil bandeng ini, " perlu diketahui APBD telah mengalokasi dana untuk kesehatan di Kab. Pangkep cukup besar yaitu sampai Rp.40 Miliar".( Sakkar Rauf/ Andi Ahmad)

Untuk mengetahui bagaimana pelayanan, prasarana dan dana untuk kesehatan di Kabupaten Pangkep, dan semestinya berapa jumlah dana yang diperuntukkan bagi peningkatan gizi bagi warga di pangkep?, baca berita selanjutnya pada bagian 5
( bersambung)


Selengkapnya...

 

Harian Media Indonesia

Harian Kompas

Harian Tribun Timur

Kantor Berita Kota Nusantara Online

Kabar Terkini Tv One

Portal Berita Viva News

Posting Berita




Widget edited by Seby-Antoe.com

Situs Presiden Republik Indonesia

Tempointeraktif.com

detikcom