Pimpinan Bersama Crew Redaksi, Biro Perwakilan Daerah, dan Staf Kantor Beritakota Nusantara Mengucapkan Selamat Hari Natal Dan Tahun Baru 2012

...

Biro Perwakilan Sulawesi Selatan Kantor Berita Nusantara Menerima Pemasangan Iklan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pada Pemilu Kada Dengan Harga Murah Hubungi Kantor Biro. Jl. Andi Mappanyukki No.24 B Makassar

Ingin memasang iklan ucapan dan advetorial pada Kantor Berita Kota Nusantara (KABAR News) di Kota anda untuk wilayah Se Nusantara Indonesia silahkan hubungi Biro Perwakilan Indonesia Barat ; Wawan, Jakarta,Biro Perwakilan Indonesia Timur Makassar: A.A.Effendy; Biro Makassar : Rizaldi H.Jamal, Jl.Andi Mappanyukki No.24B,Biro Perwakilan Maros,Pangkep,Barru: H.Sakkar Rauf, Biro Perwakilan Takalar : Burhan, Biro Perwakilan Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba : M.Rizal Noer, Biro Perwakilan Kaltim di Balikpapan: MUH. DARWIS.K Jl.Letjend Suprato No.1 Balikpapan pada Biro Perwakilan Sulut di Manado : Budianto,Biro Perwakilan Gorontalo : Rahmad Nur, Jl. Pangeran Hidayat No.1 Gorontalo. Biro Perwakilan Papua Barat. Sorong : FRANKY PANGKEY .Sulawesi Tenggara : YUSNANDAR, Kendari, Sulawesi Barat : YUSAK.NL. Jl. Sultan Hasanuddin No.7 Mamuju. Papua : Hendro Nur K.(Jayapura).


DD 1 ada dua di Gubernuran,......? Mobil Dinas Gubernur Sulsel yang memakai DD 1 ada dua Merek/Type yang berbeda terparkir di Panggung Upacara Gubernuran Sulsel(Foto: Iwan/ AA.Effendy)

Ambalat Kembali Memanas

Kapal Perang Indonesia Pergoki Kapal Patroli Malaysia Memasuki Perairan Ambalat



Jakarta, Kabar News-Perbatasan RI-Malaysia di kawasan Ambalat Kalimantan Timur memanas lagi. Kapal perang Indonesia kembali memergoki kapal patroli Malaysia memasuki perairan Ambalat.“Ini yang kesembilan kalinya sejak Januari lalu,” ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama (Laksma) Iskandar Sitompul di Jakarta, Selasa, 26 Mei.
Kapal Perang TNI AL dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur KRI Untung Suropati-872 yang sedang melakukan patrol rutin, berhasil mengusir kapal perang Malaysia jenis Fast Atack Craft Gun KD Yu-3508 pada Senin, 25 Mei lalu. Saat itu, awak KRI Untung Suropati melihat kapal perang Malaysia sudah masuk wilayah perairan NKRI di sekitar perairan Nunukan.

Kronologis pengusiran dimulai pada Senin subuh menjelang fajar, 25 Mei. KRI Untung Suropati-872 yang dikomandani Mayor Laut (P) Salim melaksanakan operasi pengamanan perairan Ambalat memergoki kapal perang Malaysia KD YU-3508 yang berada pada posisi 04.03.00 U/118.01.70 T (di sekitar perairan Nunukan, Kaltim).

Jarak kontak antara kedua kapal sekitar 8 mil laut dengan kecepatan kapal 16 knot. Mengetahui hal itu, KRI Untung Suropati-872 langsung membayangi kapal perang Malaysia dari jenis Fast Patrol Boat (FPB) buatan tahun 1976 berbobot 244 ton itu.

“Awalnya dilakukan dengan peringatan melalui radio komunikasi bahwa kapalnya telah memasuki perairan yurisdiksi NKRI,” kata adik kandung politisi Ruhut Sitompul itu.

Kapal perang negeri Jiran itu menjelaskan akan berlayar menuju Tawau. Namun, TNI AL tak begitu saja percaya. Mayor Laut (P) Salim Komandan KRI Untung Suropati-872 segera memerintahkan ABK untuk melaksanakan peran tempur bahaya permukaan.

“Mereka melaksanakan operasi pengusiran, karena kapal perang Malaysia tersebut telah memasuki wilayah NKRI sejauh 12 mil laut,” sebut Kadispen Armatim Letkol ( KH) Toni Syaiful menambahkan.

Setelah dilakukan pengusiran, kapal perang Malaysia dengan panjang kapal 44,9 meter dan lebar 7 meter serta bersenjata meriam Bofors 57 mm dan 40 mm serta ber-ABK 36 personel tersebut bergerak menjauh.

Tapi, tidak menuju ke arah Tawau seperti disampaikan sebelumnya dalam komunikasi lewat radio, melainkan mengubah haluan ke arah timur yang masih masuk wilayah NKRI. “Melihat itu, KRI Untung Suropati-872 kembali melaksanakan pengusiran yang kedua,” ucap Toni.

Pada peringatan kedua ini sempat terjadi adu argumenasi di radio antara kedua komandan kapal. Kapal perang Malaysia ini bersikukuh bahwa mereka patroli di wilayahnya.

Setelah dijelaskan bahwa kapal perang tersebut melanggar UNCLOS 82 tentang batas wilayah, baru kemudian komandan KD Yu-3508 diam dan selanjutnya kapal bergerak berputar haluan meninggalkan tempat sampai batas terluar perairan NKRI.

Sehari sebelumnya, KRI Untung Suropati-872 bersama-sama dengan KRI Hasanuddin-366 juga telah mengusir kapal perang Malaysia KD Baung-3509 dari perairan Ambalat. Pada hari itu juga kedua KRI dari jajaran Koarmatim ini berhasil mendeteksi sebuah helikopter Malaysian Maritime Enforcement Agency dan pesawat Beechraft juga telah terbang memasuki wilayah udara NKRI sejauh 40 mil laut.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Tedjo Edy Purdijanto menegaskan, TNI AL selalu waspada di seluruh perairan Indonesia. “Kita akan upayakan prosedur diplomatik dulu. Secara damai siap, tapi perang juga siap,” kata KSAL di Jakarta kemarin,seperti dikutif Jawapos.

Menurut Tedjo, meski insiden itu sudah terjadi berulangkali, pihaknya bisa memaklumi. “Ini karena perbedaan penafsiran peta. Mereka tidak memahami luas wilayah kita,” katanya.(Wawan)

Comments :

0 komentar to “Ambalat Kembali Memanas”
 

Harian Media Indonesia

Harian Kompas

Harian Tribun Timur

Kantor Berita Kota Nusantara Online

Kabar Terkini Tv One

Portal Berita Viva News

Posting Berita




Widget edited by Seby-Antoe.com

Situs Presiden Republik Indonesia

Tempointeraktif.com

detikcom