Pimpinan Bersama Crew Redaksi, Biro Perwakilan Daerah, dan Staf Kantor Beritakota Nusantara Mengucapkan Selamat Hari Natal Dan Tahun Baru 2012

...

Biro Perwakilan Sulawesi Selatan Kantor Berita Nusantara Menerima Pemasangan Iklan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pada Pemilu Kada Dengan Harga Murah Hubungi Kantor Biro. Jl. Andi Mappanyukki No.24 B Makassar

Ingin memasang iklan ucapan dan advetorial pada Kantor Berita Kota Nusantara (KABAR News) di Kota anda untuk wilayah Se Nusantara Indonesia silahkan hubungi Biro Perwakilan Indonesia Barat ; Wawan, Jakarta,Biro Perwakilan Indonesia Timur Makassar: A.A.Effendy; Biro Makassar : Rizaldi H.Jamal, Jl.Andi Mappanyukki No.24B,Biro Perwakilan Maros,Pangkep,Barru: H.Sakkar Rauf, Biro Perwakilan Takalar : Burhan, Biro Perwakilan Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba : M.Rizal Noer, Biro Perwakilan Kaltim di Balikpapan: MUH. DARWIS.K Jl.Letjend Suprato No.1 Balikpapan pada Biro Perwakilan Sulut di Manado : Budianto,Biro Perwakilan Gorontalo : Rahmad Nur, Jl. Pangeran Hidayat No.1 Gorontalo. Biro Perwakilan Papua Barat. Sorong : FRANKY PANGKEY .Sulawesi Tenggara : YUSNANDAR, Kendari, Sulawesi Barat : YUSAK.NL. Jl. Sultan Hasanuddin No.7 Mamuju. Papua : Hendro Nur K.(Jayapura).


DD 1 ada dua di Gubernuran,......? Mobil Dinas Gubernur Sulsel yang memakai DD 1 ada dua Merek/Type yang berbeda terparkir di Panggung Upacara Gubernuran Sulsel(Foto: Iwan/ AA.Effendy)

Agar Lolos Masuk di SMUN 2, Diduga Nilai di Mark Up

Kepala Sekolah SMUN 2: Tidak Ada Mark Up Nilai Calon Siswa



Makassar, KBN News-Kasus dugaan masuknya 48 siswa yang tidak sesuai prosedur alias "lewat jendela (letjen)" di SMAN 2 Makassar, dituding melibatkan Komisi C DPRD Makassar.Hal itu dikemukakan salah seorang wali siswa yang tidak lolos masuk ke SMAN 2 Makassar, Zulkifli HIM.

Zulkifli yang juga mantan anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), langsung menggelar jumpa pers, Selasa (27/7), di Waroeng Kopi Phoenam, Makassar, setelah membaca berita mengenai letjen tersebut di Tribun (edisi 27/7)."

Saya tahu persis bahwa para anggota Komisi C DPRD Makassar terlibat. Mereka biasanya mengeluarkan rekomendasi kepada kepala sekolah mengenai yang mana diterima atau tidak sesuai kepentingannya. Kalau tidak ada rekomendasi, kepsek tidak akan berani," kata Zulkifli,seperti dilansir Tribun.

Menurutnya, para kepala sekolah berani melakukan pelanggaran karena ada yang mem-back up.

Zulkifli menggelar jumpa pers ditemani Sekertaris PPP Kota Makassar A Rahman Arief dan Pengurus Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama (IPNU) Aspar Asaf.

Zulkifli, Rahman dan Aspar, akan mendukung guru SMAN 2 Supardi yang mengungkapkan borok tersebut. Zulkifli mengaku punya bukti dan memastikan bahwa mereka yang masuk via letjen di SMA 2 Makassar adalah anak pejabat dan pengusaha.

"Saya yakin bahwa 48 siswa yang di mark-up itu adalah anak pejabat, pengusaha, atau anak dari orangtua yang mempunyai posisi di pemerintahan," jelasnya.

Zulkifli mengatakan, apa yang terjadi di SMAN 2 adalah kebobrokan sistem pendidikan di Makassar. Dia meminta kepada Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, memecat kepala sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Mahmud MB. Keduanya dianggap tidak menjalankan amanat dann tugasnya dengan benar.

"Tidak ada pilihan lain buat wali kota, selain memecat kepala sekolah SMA 2 dan beberapa kepala sekolah lainnya yang terbukti bersalah.

Selain di SMA 2 Makassar, menurut Zulkifli, kasus serupa juga terjadi di beberapa sekolah favorit dan unggulan lainnya di Makassar, yakni SMA 1, SMA 12, SMP 2 Makassar, SMP 6 Makassar, dan beberapa SMA negeri lainnya. Namun, yang paling kasar permainannya adalah SMA 2.

Tanggapan Komisi C DPRD Kota Makassar.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali, menegaskan apa yang dituduhkan oleh Zulkifli tidak benar. Menutut Adi, memang benar banyak konstituen yang meminta bantuan kepada para anggota komisi C, namun karena bukan wilayah kerjanya maka hanya sebatas membantu.

"Tidak pernah mengeluarkan rekomendasi dalam bentuk apapun. Tuduhan tersebut tidak benar dan tidak seperti itu," kata Adi. Menurutnya, komisi C mengurusi hal-hal mengenai pembangunan dan tata ruang kota dan bukan mengurusi penerimaan siswa baru. "Itu kan wilayah kerja komisi D. Para keluarga anggota komisi C pun tak lulus pada sekolah-sekolah unggulan," katanya.

Ada Yang Sakit hati

Kepala SMA 2 Makassar, Abdul Wahab, yang dikonfirmasi, kemarin, mengatakan, tuduhan Supardin adalah bentuk sakit hati kepadanya karena telah mencopotnya dari jabatan sebagai wakil kepala sekolah. Wahab juga menambahkan, data yang dibawa oleh Supardin ke DPRD Kota Makassar merupakan data sepihak dan perlu klarifikasi.
Ia mempertegas bahwa di sekolahnya tidak ada mark-up nilai maupun pungutan liar seperti yang dituduhklan Supardin.

"Pihak sekolah tidak pernah meminta dana kepada siswa yang diterima di sekolah ini. Mengenai mark-up saya rasa itu ada yang memanfaatkan nama saya, atau bisa jadi itu kesalahan data," kata Wahab yang ditemui di ruang kerjanya.

Ia pun menyampaikan masalah mark-up data yang dipublikasikan di beberapa media mengenai sekolahnya baru diketahuinya. Wahab pun mengaku tak akan menempuh jalur hukum, mengenai kasus yang menimpa nama baiknya dan sekolah yang dipimpinnya. Ia menyerahkan semua hal tersebut kepada masyarakat untuk menilainya.

Sementara itu, menurut sebagian siswa di sekolah ini, Supardin adalah sosok guru yang tidak terlalu disukai. Namun saat ditanya alasannya, sebagian siswa bungkam dan lebih memilih pergi. Proses belajar-mengajar di sekolah ini relatif berjalan lancar, walaupun para siswa dan guru di sekolah ini merasa terganggu atas pemberitaan sekolah mereka.

"Kami belajar seperti biasa. Saya tahu kok masalah yang menimpa sekolah kami. Namun kami tak mau ambil pusing, walaupun itu sedikit mengganggu kami, siswa SMA 2 Makassar," kata seorang siswa soal ditanyai mengenai kasus yang menimpa sekolahnya itu.

Setelah kasus ini mencuat, sejumlah orangtua siswa dari beberapa sekolah mendatangi
redaksi Tribun untuk menyampaikan kasus serupa. Setidaknya ada dua orangtua dan wali siswa yang datang mengadukan dugaan pungli dan mark up. (AA.Effendy)

Comments :

0 komentar to “Agar Lolos Masuk di SMUN 2, Diduga Nilai di Mark Up”
 

Harian Media Indonesia

Harian Kompas

Harian Tribun Timur

Kantor Berita Kota Nusantara Online

Kabar Terkini Tv One

Portal Berita Viva News

Posting Berita




Widget edited by Seby-Antoe.com

Situs Presiden Republik Indonesia

Tempointeraktif.com

detikcom