Pimpinan Bersama Crew Redaksi, Biro Perwakilan Daerah, dan Staf Kantor Beritakota Nusantara Mengucapkan Selamat Hari Natal Dan Tahun Baru 2012

...

Biro Perwakilan Sulawesi Selatan Kantor Berita Nusantara Menerima Pemasangan Iklan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pada Pemilu Kada Dengan Harga Murah Hubungi Kantor Biro. Jl. Andi Mappanyukki No.24 B Makassar

Ingin memasang iklan ucapan dan advetorial pada Kantor Berita Kota Nusantara (KABAR News) di Kota anda untuk wilayah Se Nusantara Indonesia silahkan hubungi Biro Perwakilan Indonesia Barat ; Wawan, Jakarta,Biro Perwakilan Indonesia Timur Makassar: A.A.Effendy; Biro Makassar : Rizaldi H.Jamal, Jl.Andi Mappanyukki No.24B,Biro Perwakilan Maros,Pangkep,Barru: H.Sakkar Rauf, Biro Perwakilan Takalar : Burhan, Biro Perwakilan Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba : M.Rizal Noer, Biro Perwakilan Kaltim di Balikpapan: MUH. DARWIS.K Jl.Letjend Suprato No.1 Balikpapan pada Biro Perwakilan Sulut di Manado : Budianto,Biro Perwakilan Gorontalo : Rahmad Nur, Jl. Pangeran Hidayat No.1 Gorontalo. Biro Perwakilan Papua Barat. Sorong : FRANKY PANGKEY .Sulawesi Tenggara : YUSNANDAR, Kendari, Sulawesi Barat : YUSAK.NL. Jl. Sultan Hasanuddin No.7 Mamuju. Papua : Hendro Nur K.(Jayapura).


DD 1 ada dua di Gubernuran,......? Mobil Dinas Gubernur Sulsel yang memakai DD 1 ada dua Merek/Type yang berbeda terparkir di Panggung Upacara Gubernuran Sulsel(Foto: Iwan/ AA.Effendy)

Polisi Dan Warga Bentrok di Papua Barat, 2 Orang Tewas

Warga Papua di Manokwari . Foto: Radar Sorong
Manokwari, KBN News-Tujuh personel Brimob Kompi C Detasemen C Polda Papua telah dimintai keterangan oleh penyidik Provos Polres Manokwari terkait bentrok dengan warga yang menewaskan dua warga sipil. Polisi juga memeriksa tujuh warga yang dinilai mengetahui kronologi bentrok tersebut.

Namun, polisi belum menetapkan seorang pun tersangka dalam kasus itu. ''Kami akan mengusut tuntas kasus ini. Bila ada personel yang melanggar, pasti kami tindak tegas,'' ujar Kapolres Manokwari AKBP Bambang Ricky kepada wartawan, Kamis (16/9),seperti dilansir Jawapos.

Kendati demikian, dia secara jantan menyatakan siap mempertanggungjawabkan kejadian yang merenggut nyawa dua warga dan melukai beberapa warga lainnya, termasuk dua anggota Brimob, tersebut. ''Sesungguhnya, kepercayaan yang diberikan merupakan wewenang atasan. Saya punya atasan. Kalau atasan meminta saya ditarik, mesti dipatuhi,'' tegasnya.

Dalam jumpa pers di Swiss-Belhotel itu, Kapolres menyatakan bahwa bentrok yang melibatkan personel Brimob dengan kelompok masyarakat tersebut terjadi karena kesalahpahaman. Meski demikian, jajarannya akan mengusut kasus itu hingga tuntas. ''Kami sudah minta keterangan tujuh personel Brimob,'' ujarnya.

Ricky membeberkan, bentrok tersebut berawal dari kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Esau Sesa, Rabu (15/9). Ketika itu, Mina Kiwo bersama suaminya yang sedang berjalan ditabrak pengendara sepeda motor. Karena panik, pengendara motor itu lari ke arah Mako Brimob yang berjarak sekitar 800 meter dari tempat kejadian. Dia pun dikejar massa yang marah. Pada saat bersamaan, muncul seorang anggota Brimob.

Anggota Brimob yang dirahasiakan namanya tersebut langsung dikeroyok massa. Dia diserang hingga terdesak dan tersungkur dengan luka di kepala bagian belakang. Dengan sisa kekuatan, anggota Brimob itu memberikan tembakan peringatan. ''Anggota Brimob itu mendapat tujuh jahitan di kepala bagian belakang,'' ungkapnya.

Tembakan tersebut ternyata mengenai kaki dan melukai pelipis Naftali Kwa. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dan dibawa ke mapolres. Namun, nyawanya tak bisa diselamatkan. Jenazahnya kemudian dikirim ke RSUD Manokwari untuk diotopsi.

Kematian Naftali dengan luka tembak di kaki dan di pelipis tersebut menimbulkan kecurigaan. Ada dugaan korban dianiaya. Namun, Ricky menegaskan bahwa pihaknya menunggu hasil otopsi dari RSUD Manokwari. ''Kita tunggu hasil visum dulu,'' ujarnya.

Sementara itu, korban meninggal lainnya, Septinus Kwa, salah seorang kepala kampung di Distrik Catubow, baru ditemukan warga terjatuh di jurang. Tak jauh dari tempat ditemukannya Septinus Kwa, warga juga mendapati Antomina Kwa, istri Septinus, yang menderita luka parah di kaki dan memar di kepala.

''Keduanya terjatuh setelah dikejar anggota Brimob yang mengeluarkan tembakan. Karena gelap, dia tidak bisa lihat jalan sampai jatuh ke jurang. Saya juga ikut lari karena takut tembakan,'' ungkap Gerson Salabay, salah seorang keluarga korban.

Ricky membantah personel Brimob telah beraksi brutal. Menurut dia, anggota Brimob telah bertindak sesuai prosedur. Anggota Brimob mengeluarkan tembakan ke arah kaki karena sudah merasa terdesak. ''Dia terdesak dan jatuh. Namun, kami akan terus dalami keterangan para saksi,'' ujarnya.

Dia menambahkan, karena kejadian tersebut, personel Brimob sementara diminta tidak beraktivitas. Hal itu ditujukan untuk mencegah terjadinya peristiwa yang tak diinginkan. ''Sementara anggota Brimob tetap di tempat dulu. Tidak boleh melakukan kegiatan,'' tegasnya.

Di lain pihak, Kepala Suku Melkinus Mandacan menilai tindakan Brimob sudah berlebihan dan brutal. Sebagai aparat penegak hukum, seharusnya Brimob melindungi masyarakat, tidak malah mengejar dan menembaki warga. ''Saya dapat penghargaan dari Brimob. Tapi, setelah kejadian ini, saya ingin kembalikan. Tidak ada gunanya lagi,'' ucapnya.

Sementara itu, situasi Kota Manokwari kemarin siang (16/9) sempat mencekam. Terjadi kepanikan luar biasa. Warga berlarian mencari bupati Manokwari. Pusat perbelanjaan, toko, pasar, dan lainnya tutup karena takut dengan situasi yang berkembang.

Suasana mencekam tersebut dipicu aksi mengusung jenazah Septinus Kwa yang tewas saat terjadi bentrokan dengan aparat Brimob Rabu malam (15/9). Jenazah diusung dari rumah keluarga di Jalan Esau Sesa, Rendani, menuju kantor bupati.

Berdasar pantauan koran ini, kepanikan terjadi merata di sejumlah tempat. Di Pasar Wosi dan Pasar Sanggeng, para pedagang menutup tempat usaha mereka. Suasana di jalan raya juga demikian, warga terlihat berlarian.

Situasi yang terus mencekam membuat Kapolres meminta bantuan Dandim 1703/Manokwari Letkol Inf Edward Sitorus dan kepala Fasharkan TNI-AL untuk

menyiagakan pasukannya. Sebanyak dua SSK (50 personel) Kompi C Batalyon 752 dengan senjata lengkap disiagakan di kodim dan koramil. Demikian pula satu SSK (30 personel) TNI-AL. "Kami hanya siap. Situasi ini terjadi karena warga panik," terang Dandim diiyakan kepala Fasharkan TNI-AL.

Sebelumnya, ruas jalan menuju Bandara Rendani di Manokwari ditutup dengan bebatuan. Puluhan warga menggelar aksi meminta pertanggungjawaban Brimob atas tewasnya dua warga. Aksi tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas menuju bandara. (Hendro)

Comments :

0 komentar to “Polisi Dan Warga Bentrok di Papua Barat, 2 Orang Tewas”
 

Harian Media Indonesia

Harian Kompas

Harian Tribun Timur

Kantor Berita Kota Nusantara Online

Kabar Terkini Tv One

Portal Berita Viva News

Posting Berita




Widget edited by Seby-Antoe.com

Situs Presiden Republik Indonesia

Tempointeraktif.com

detikcom